Saat tes MotoGP dimulai di Sepang dalam waktu tiga minggu, itu akan menjadi pra-musim pertama untuk sebuah musim Grand Prix tanpa Valentino Rossi sejak musim 1995.

Setelah 26 tahun mengukir sejarah di paddock Grand Prix, dan meninggalkan olahraga sebagai sembilan kali juara dunia, tentu menarik untuk melihat bagaimana popularitas olahraga setelah ditinggal salah satu ikon global-nya.

Mungkin jutaan pengikut Rossi akan terus menantikan setiap akhir pekan balapan dan mencari pembalap baru untuk didukung. Atau mereka kehilangan minat dan mencari olahraga lain untuk diikuti, semuanya masih abu-abu.

Bagaimanapun, ini adalah momen penting untuk olahraga, yang telah berkembang pesat selama era Rossi, dan sekarang harus mencoba dan melanjutkan momentum tanpa dia.

Namun tidak sedikit yang masih optimistis dengan masa depan MotoGP tanpa Rossi, termasuk mantan bosnya di Yamaha, yang mengambil contoh Formula 1.

Menurut pria Inggris tersebut, F1 sudah kehilangan beberapa pembalap sejak debut Rossi tahun 1996, namun selalu muncul talenta baru yang tidak kalah menariknya.

“Jelas kami menghabiskan 16 tahun bersama Valentino dan kami telah melihat nilai dia untuk olahraga, kami semua telah melihat itu, tetapi juga untuk merek kami,” kata Jarvis.

“Dia benar-benar menjadi ikon dan aset yang berharga bagi merek kami dan kami berharap dapat meneruskannya ke masa depan dan menjaga hubungan kami dengan Valentino.

“Sejauh olahraga ini berjalan, saya pikir kita semua telah diuntungkan dari popularitas yang dibawanya ke olahraga ini selama bertahun-tahun. Tetapi semua olahraga terus berjalan dan Anda telah melihatnya sebelumnya apakah itu dalam ski, tenis atau Formula 1.

“Setelah kematian Ayrton Senna yang menyedihkan, Formula 1 berlanjut dengan Schumacher. Anda memiliki legenda tetapi olahraga pada akhirnya selalu bergerak dan selalu ada pembalap muda yang datang.

“Di Formula 1 sekarang Anda memiliki ikon yang ada (Lewis Hamilton) dan Anda juga memiliki generasi berikutnya. Ada beberapa pembalap muda hebat yang datang di Formula 1, kita telah melewati era Senna, kemudian Schumacher, dominasi Sebastian Vettel dan Lewis Hamilton.

“Tapi sekarang lihatlah para pembalap muda yang muncul. Mereka menyenangkan, muda dan cepat. Kita memiliki gerakan Verstappen oranye yang gila saat ini dan itu mungkin akan membawa olahraga itu ke depan.

"Saya pikir itu mungkin akan terjadi di MotoGP juga, kami memiliki balapan yang luar biasa, sangat menarik di ketiga kelas dan saya pikir olahraga ini akan terus berkembang di masa depan."

Direktur olahraga Ducati Paolo Ciabatti juga memiliki keyakinan bahwa balap yang penuh aksi dapat menjaga penggemar Valentino Rossi agar tidak berpaling, tetapi memperingatkan bahwa olahraga harus bekerja lebih keras untuk menarik perhatian yang sama.

"Saya setuju dengan Lin, tapi saya pikir Valentino tidak tergantikan dalam arti dia adalah seorang pembalap ikonik. Saya hanya bisa memikirkan Giacomo Agostini di eranya yang begitu terkenal juga di luar fanbase balap," jelas Ciabatti.

"Jadi pasti tidak akan mudah untuk menarik perhatian yang sama dari penonton yang menyukai olahraga ini karena mereka ingin melihat apa yang dilakukan Valentino, [terutama] ketika Valentino menang.

“Di sisi lain saya pikir persaingan di trek sangat seru. Kami memiliki banyak pebalap muda yang super cepat, setiap balapan sangat menyenangkan untuk ditonton.

“Jadi semoga orang-orang yang datang untuk melihat MotoGP karena ingin mendukung Valentino juga menyadari bahwa ini adalah pertunjukan yang bagus, baik di trek atau di TV. Ini format yang sangat bagus, 45 menit aksi, tidak ada pit stop atau strategi, dan itu sangat menyenangkan.

“Jadi kami berharap dengan pembalap baru yang akan datang, kami dapat mempertahankan tingkat dukungan yang sama dari para penggemar. Tapi Valentino akan dirindukan.”

Alberto Puig dari Repsol Honda percaya kualitas balap adalah hal yang paling penting dan bahwa 'hidup terus berjalan'.

"Dalam sejarah olahraga ini ada banyak pebalap hebat, Valentino adalah salah satunya tapi ada banyak pebalap super dan hidup terus berjalan. Generasi terus datang," katanya. "Saya pikir semua orang yang penting dalam balapan akan selalu diingat, tetapi waktu yang kita jalani adalah sekarang.

“Saya tidak berpikir balapan akan terpengaruh jika orang ini atau orang lain ada di sini atau tidak, yang penting adalah balapan itu sendiri. Cara kejuaraan ini diselenggarakan sekarang, sangat menarik sehingga orang-orang akan mengikuti.

"Tapi tentu saja Valentino Rossi akan menjadi salah satu pebalap dalam sejarah motorsport yang akan dikenang sebagai salah satu yang terbaik. Ini pasti."

933acd4e-77d1-4769-84a6-411772d42b60.jpg

Berharap Tuah Serial Amazon

MotoGP sebenarnya memiliki 'peluru' untuk menjaga popularitas tanpa Rossi, yakni dengan serial ala-Drive to Survive yang digarap oleh Amazon.

Namun, pandemi yang membatasi kehadiran penonton di trek dan ketidakpastian atas kebugaran Marc Marquez, yang merupakan pembalap paling populer kedua setelah Rossi.

(Menjadikan Instagram sebagai tolok ukur, Rossi saat ini memiliki 12,7 juta pengikut dengan Marquez 5,6 juta, Quartararo 1,7 juta, Dovizioso 1,4 juta, Vinales 1,3 juta, Bagnaia 725.000, Miller 637.000 dan Mir 497.000 dll).

Hanya butuh satu gelar lagi untuk menyamai sembilan gelar juara dunia Rossi, para penggemar akan menyaksikan beberapa pertarungan epik antara Marquez, yang di usianya yang ke-29 akan menjadi veteran dengan segudang berpengalaman, melawan generasi baru seperti Joan Mir, Fabio Quartararo, dan Francesco Bagnaia.

Situasi serupa terjadi dalam karier Rossi ketika setelah musim yang paling dominan, dia kemudian berhadapan dengan pembalap generasi berikutnya seperti Casey Stoner, Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo dan akhirnya Marquez, menghasilkan beberapa pertarungan paling berkesan, dan momen kontroversial.

Dengan kata lain, Marquez vs bintang yang sedang naik daun bisa menjadi jenis pertarungan perebutan gelar yang dramatis seperti yang diyakini Jarvis, Ciabatti dan Puig dapat membuat penggemar MotoGP terpaku di kursi mereka pada Minggu sore.

Setelah dua tahun mengalami cedera, dan saat ini masih dalam fase pemulihan dari diplopia-nya, Marquez yang fit 100% adalah hal yang paling dibutuhkan oleh MotoGP untuk melangkah maju sepeninggal Valentino Rossi.