Momen Tikungan 1 Renggut Kemenangan Kandang Di Giannantonio
Fabio di Giannantonio melihat harapan kemenangan kandangnya sirna setelah terlibat dalam insiden awal balapan.

Fabio di Giannantonio datang ke Mugello berbekal kemenangan di GP Catalunya. Tapi, dia melihat harapannya meraih kemenangan kandang pupus karena insiden tepat setelah start.
Di Giannantonio kehilangan lima posisi pada start MotoGP Italia setelah nyaris menabrak dua pembalap di depannya.
Diggia melakukan start yang solid dari posisi ketujuh di grid, namun, pembalap Italia itu mengakui setelah balapan bahwa ia harus menutup gasnya saat mendekati tikungan pertama.
Pembalap Italia itu mengatakan ada kontak antara Fermin Aldeguer dengan sebuah KTM. Tapi berdasarkan tayangan ulang TV, tampaknya itu adalah LCR Honda milik Diogo Moreira.

Momen itu membuat di Giannantonio turun ke posisi ke-12, dan secara efektif memupus harapannya untuk meraih kemeangan, yang menurutnya masih mungkin.
“Startnya sendiri bagus. Data juga menunjukkan start yang bagus. Tapi kemudian di tanjakan saya terjebak di antara Aldeguer dan sebuah KTM,” kata di Giannantonio.
“Saya tidak tahu pembalap mana itu, tetapi saya berada di tengah-tengah dua pembalap yang bertabrakan, jadi saya harus menutup gas sejenak.
“Di situlah kami kehilangan kesempatan untuk menang dan sebagian besar peluang untuk naik podium.”

Meski di Giannantonio mampu merangsek ke depan dan akhirnya finis kelima, pembalap VR46 itu kesulitan menjaga ban depan tetap dalam kondisi optimal.
“Saya kesulitan sepanjang balapan untuk menjaga ban depan tetap dalam kondisi nyaman,” tambah di Giannantonio.
“Menyalip pembalap lain, menemukan tempat yang tepat untuk menyerang, sama sekali tidak mudah, begitu juga mengelola ban belakang.
“Sayang sekali balapan berakhir di lap ke-23. Mungkin dengan satu atau dua lap lagi saya bisa mencoba meraih podium. Tapi ya sudahlah.”
Diggia adalah bagian dari kuartet yang terlibat pertarungan sengit untuk P4 menuju akhir balapan, yang membuat mereka kehabisan waktu untuk mengejar Francesco Bagnaia demi tempat terakhir di podium.
Membahas pertarungan dengan Marc Marquez, Pedro Acosta and Ai Ogura, Diggia menambahkan: “Kurasa aku sedikit lebih cepat. Mungkin Ai juga. Tapi dengan udara panas, sangat sulit untuk mempertahankan kecepatan yang layak.
“Kami sangat lambat saat berduel bersama. Menyenangkan menonton dari belakang, tetapi aku juga ingin mengejar [para pembalap] di depan.”








