Bagaimana Ducati Melihat Pertarungan MotoGP 2026 Terbentuk?

Gigi Dall’Igna memberikan pandangannya mengenai bagaimana gelar juara MotoGP 2026 akan diraih.

Three riders are emerging as the main MotoGP title contenders now
Three riders are emerging as the main MotoGP title contenders now
© Gold and Goose

Generar Manager Ducati, Gigi Dall’Igna, meyakini gelar juara MotoGP 2026 akan didapat pembalap yang mampu "menjaga ketenangan" di balapan tersisa.

Setelah 13 dari total 22 seri musim ini rampung digelar, pertarungan gelar masih sangat ketat, dengan tiga pembalap muncul sebagai protagonis utama.

Jorge Martin dari Aprilia memimpin klasemen dengan keunggulan 19 poin atas Marc Marquez dari Ducati, sementara Marco Bezzecchi tertinggal 24 poin dari posisi puncak sebagai pembalap tim pabrikan Aprilia lainnya.

Aprilia dan Ducati memiliki keunggulan yang jelas dibandingkan pabrikan lain dalam hal performa motor, meskipun dominasi di antara kedua merek tersebut terus berganti dari satu balapan ke balapan berikutnya.

Gigi Dall'Igna believes consistency will win the 2026 MotoGP title
Gigi Dall'Igna believes consistency will win the 2026 MotoGP title
© Gold & Goose

Menyoroti persaingan perebutan gelar juara yang kini memasuki tahap akhir, Dall’Igna menyebut konsistensi sebagai faktor penentu.

"Menurut pendapat saya, kejuaraan dunia ini akan dimenangkan oleh siapa pun yang mampu menjaga ketenangan mulai saat ini hingga akhir musim," ujarnya kepada Sky Italy.

"Penting untuk terus mendulang poin dan menghindari kesalahan, karena pengalaman belakangan ini menunjukkan bahwa memenangkan 11 balapan bukanlah hal yang paling menentukan.

“Namun, memenangkan lebih sedikit balapan pun bisa cukup. Hanya saja, Anda harus lebih konsisten dan, yang terpenting, tidak mencatatkan hasil nol poin.”

Jorge Martin, Aprilia Racing, 2026 Aragon MotoGP
Jorge Martin, Aprilia Racing, 2026 Aragon MotoGP
© Gold and Goose

Dall’Igna merujuk pada pertarungan perebutan gelar juara tahun 2024 antara Martin dan Francesco Bagnaia, di mana Bagnaia meraih 11 kemenangan namun gagal merebut gelar juara dengan selisih 10 poin.

Sementara itu, Martin hanya mencatatkan tiga kemenangan Grand Prix tahun itu, namun ia lebih konsisten dibandingkan Bagnaia, yang beberapa kali kehilangan poin di Sprint Race dan juga Grand prix.

Saat ini, Marc Marquez dan Marco Bezzecchi sama-sama mengoleksi empat kemenangan Grand Prix musim ini . Sementara itu Martin - yang memimpin klasemen - baru mengantongi satu kemenangan.

Martin telah mencatatkan satu akhir pekan dengan perolehan 37 poin, sedangkan Marquez mencatatkan tiga kali pencapaian serupa. Di sisi lain, Bezzecchi belum pernah memenangkan Sprint Race.

Marquez sempat melewatkan dua seri Grand Prix akibat cedera dan tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen saat ia kembali berlaga usai Grand Prix Italia.

Namun, keunggulan poin Bezzecchi sirna setelah ia gagal meraih poin dalam empat balapan hari Minggu secara berturut-turut menjelang jeda musim panas.

Loading this video will expose you to potential cookies and tracking by the provider

Martin memang tidak selalu menjadi pembalap tercepat Aprilia musim ini, tapi ia terus mengumpulkan poin dan sejauh ini hanya gagal mencetak poin pada dua Grand Prix.

Pada tahap musim ini, baik Marquez maupun Bezzecchi tidak dalam kondisi fisik yang sepenuhnya bugar.

Marquez masih terkendala masalah fisik pada bahu kanannya akibat patah tulang kompleks yang dialaminya pada insiden Grand Prix Indonesia musim lalu.

Tahun ini, ia menjalani operasi untuk mengatasi masalah di mana implan logam menyentuh saraf radialnya - kondisi yang sempat memengaruhi performa balapnya pada awal musim.

Bezzecchi mengalami cedera tulang selangka dan lutut akibat kecelakaan di Jerman, dan saat ini ia masih dalam masa pemulihan.

Tags:

Marco Bezzecchi