Bercanda soal Reputasinya di MotoGP, Jack Miller: Jangan Tiru Saya!

MotoGP akan kehilangan sosok 'komedian' saat Jack Miller menyebrang ke World Superbike tahun depan.

Who will be the next 'Jack Miller' in MotoGP?
Who will be the next 'Jack Miller' in MotoGP?
© Gold and Goose

Siapa yang akan menggantikan Jack Miller sebagai sosok 'komedian' di paddock MotoGP saat pembalap asal Australia itu pindah ke WorldSBK musim depan?

Itu adalah pertanyaan yang langsung ditanyakan ke pembalap Pramac itu pada penampilan terakhirnya MotoGP Australia terakhirnya di Phillip Island akhir pekan ini.

“Entahlah, apakah ada orang yang mau mengambil peran itu! Ibaratnya seperti menjadi badut kelas,” ujar Miller.“Daftar hal yang tidak boleh dilakukan itu panjang sekali... Pasti nanti akan ada seseorang yang muncul dan mengambil peran tersebut!”

Meski namanya tidak sebesar Marc Marquez, Fabio Quartararo, ataupun Francesco Bagnaia, Miller cukup populer di kalangan fans karena aksi nyelenehnya di trek, di mana dia cukup sering menjadi 'taxi' bagi pembalap yang kehabisan bensin di trek, dan juga pendekatannya terhadap para fans.

Baru-baru ini, ia menghibur para penggemar dengan melakukan stoppie sambil membonceng Alex Rins kembali ke pit di Motegi.

“Ini sungguh perjalanan yang luar biasa. Bagaimana saya bisa bertahan di sini selama 12 tahun, saya sendiri pun tak habis pikir. Tapi ternyata saya berhasil. Jadi, saya memang beruntung!”

Jack Miller gives Alex Rins a ride back to the pits at Motegi, 2026 Japanese MotoGP.
Jack Miller gives Alex Rins a ride back to the pits at Motegi, 2026 Japanese MotoGP.
© Gold and Goose

Sepanjang kariernya di kelas utama Grand Prix, Miller telah memenangkan empat balapan MotoGP sepanjang kariernya, dan ia naik ke podium kelas utama sebanyak 23 kali, dan membalap untuk Honda, Ducati, dan KTM.

Meskipun sebagian besar rivalnya di MotoGP akan mengucapkan selamat tinggal kepada Phillip Island akhir pekan ini, kepindahan Miller ke WorldSBK berarti ia akan kembali ke sirkuit tersebut pada pembuka musim 2027.

Meski demikian, akhir pekan ini menutup sebuah babak yang bermula saat Miller pertama kali menjajal sirkuit legendaris Australia tersebut dengan mengendarai motor 125cc pada tahun 2009.

“Tentu saja, emosi terasa begitu kuat,” ujar Miller. “Jika menengok kembali tahun-tahun yang telah berlalu, sirkuit ini mungkin merupakan salah satu trek paling ikonik dalam kalender balap, yang bisa dibilang telah menyuguhkan beberapa balapan terbaik yang pernah kita saksikan di MotoGP.

Jack Miller's Australian Grand Prix debut, Phillip Island 2011, 125cc.
Jack Miller's Australian Grand Prix debut, Phillip Island 2011, 125cc.
© Gold and Goose

“Kalau mengenang kembali pertama kalinya saya membalap di sini pada tahun 2009 - saat itu pertama kalinya saya menjajal lintasan Grand Prix yang lebar dengan motor 125cc - pikiran yang muncul adalah, ‘mau diapakan ruang seluas ini?!'

“Tempat ini luar biasa, dan mengendarai motor MotoGP di sini memberikan sensasi yang sungguh istimewa. Anda seolah sedang berdansa dengan motor tersebut; berusaha mengendalikan guncangan, aksi wheelie, serta bagaimana motor bereaksi terhadap embusan angin.

“Anda tidak bisa terus-menerus memacu motor secara maksimal; sepanjang waktu Anda justru seperti sedang ‘bermain’ dengan motornya, dan itulah yang membuat pengalaman berkendara di sini jadi jauh lebih menyenangkan.”

“Berharap pada faktor alam”

Cuaca di Phillip Island yang dikenal sering berubah-ubah diperkirakan akan memainkan peran penting pada akhir pekan terakhir MotoGP di sana.

Prakiraan cuaca menunjukkan kondisi cerah pada hari Jumat, sementara hujan diprediksi akan turun pada hari Sabtu dan Minggu.

Miller - yang musim lalu mengamankan start baris depan dengan YZR-M1 bermesin inline dan finis keempat pada Sprint Race dalam kondisi kering - menyadari bahwa hujan akan menjadi harapan terbaik mereka dengan motor bermesin V4 yang baru ini.

Miller chases Bezzecchi, Fernandez at 2025 Australian MotoGP at Phillip Island.
Miller chases Bezzecchi, Fernandez at 2025 Australian MotoGP at Phillip Island.
© Gold and Goose

“Sepertinya Phillip Island memberikan perpisahan yang berkesan dengan kondisi cuaca yang terus berubah-ubah,” ujar Miller.

“Saya tidak keberatan dengan hal itu. Sedikit hujan saat ini justru akan cukup menyenangkan bagi kami.”

Dan jika hujan turun saat Grand Prix hari Minggu nanti, apakah Miller mempertimbangkan strategi nekat demi memenangkan balapan MotoGP kandang terakhirnya?

“Memangnya kapan tidak hujan? Saya memang makin tua, tapi jelas tidak makin bijak!” selorohnya.

“Yang pasti, kami akan mencobanya dan melihat apa yang bisa kami lakukan.”

Jack Miller, 2026 MotoGP Japanese Grand Prix. Credit: Gold and Goose.
Jack Miller, 2026 MotoGP Japanese Grand Prix. Credit: Gold and Goose.
© Gold & Goose

“Hujan akan menjadi kawan terbaik kita akhir pekan ini. Phillip Island adalah lintasan di mana, meskipun performa motor Anda tidak benar-benar prima, Anda masih bisa menutupi sebagian kekurangannya.

“Motor kami cukup baik saat menikung; jadi, selama kami bisa memacu kecepatannya dan memastikan motor melibas tikungan dengan lancar, kami punya peluang untuk bersaing.

“Namun, bisa dibilang titik terlemah kami ada pada gigi empat, lima, dan enam - padahal di lintasan ini, kami cukup sering menggunakan gigi-gigi tersebut.

“Jadi, itulah sebabnya saat ini saya lebih berharap pada faktor alam.”

Miller akan memakai helm dan pakaian balap khusus untuk penampilan terakhirnya di MotoGP Australia.

Rekan setimnya, Toprak Razgatlioglu, akan absen dalam ajang tersebut karena harus menjalani operasi pada bahu yang mengalami dislokasi di Mandalika.

Pembalap tes Yamaha, Augusto Fernandez, akan menggantikan pembalap Turki tersebut, yang dipastikan tidak akan tampil lagi sepanjang sisa musim 2026.