Pemimpin kejuaraan dunia MotoGP Fabio Quartararo telah diberikan penalti kedua setelah balapan MotoGP Catalunya, kali ini karena mengendarai dengan ritsleting baju balap yang terbuka dan melepaskan pelindung dadanya di paruh akhir balapan.

Penalti waktu 3 detik yang baru menambah penalti 3 detik sebelumnya untuk Tikungan 2 garis lurus dan bergabung kembali dengan trek tanpa memberikan waktu yang cukup.

Keputusan ini menurunkan Quartararo dari tempat ketiga ke tempat keempat, di belakang Jack Miller, sementara hukuman baru itu semakin menurunkan peringkat pembalap Prancis itu ke urutan keenam dalam klasifikasi balapan dan mengurangi keunggulan gelarnya dari 17 menjadi 14 poin atas rekan senegaranya Johann Zarco.

Ritsleting pada kulit Quartararo tiba-tiba terbuka, untuk alasan yang tidak diketahui, dengan empat lap tersisa, dengan pebalap Monster Yamaha itu kemudian meraih dan melepaskan pelindung dadanya.

Itu berarti dia melanggar aturan MotoGP yang menyatakan bahwa peralatan keselamatan, termasuk baju balap dan pelindung dada, "harus dipakai, diikat dengan benar, setiap saat selama aktivitas di trek".

Meski sedikit mengejutkan Quartararo tidak diberi black-flag, kejadian ini juga mengundang reaksi paddock dan eks-pembalap, yang memiliki pandangan beragam atas kejadian ini. Salah satunya Aleix Espargaro dari Aprilia, yang menjadi salah satu pembela Fabio.

"Tidak, ayolah. Hal seperti ini bisa terjadi. Berbahaya untuk memulai tanpanya, tapi jika ini terjadi saat balapan, apa yang akan Anda lakukan?," ujarnya. "Ya, ini berbahaya, jelas berbahaya, tapi ia bertarung untuk titel. Apakah menurut Anda adil untuk menghentikan seorang pembalap mungkin karena resletingnya rusak? Saya paham ini berbahaya, tapi....sulit."

Pendapat berbeda diutarakan juara dunia bertahan, Joan Mir, yang menilai cara Quartararo mencopot pelindung dadanya sangat berbahaya bagi pembalap lainnya.

"Hal yang tidak normal adalah [bagaimana ia melepas] pelindung dadanya, di Tikungan 3, ia menggerakkan tangannya dari pegangan dan melemparnya. Di belakang ada banyak pembalap, dan pelindung dada berbahan plastik jadi Anda bisa menciptakan situasi sangat berbeda di [exit] Tikungan 3 saat membuka gas," ujar Mir.

"Saya tidak tahu bagaimana peraturan soal ini, tapi jika baju balap Anda terbuka Anda tidak bisa balapan. Jelas ini hanya berbahaya untuknya, tapi ini sangat berbahaya. Mari lihat bagaimana mereka memutuskan ini."

Mir menambahkan jika itu terjadi kepadanya, ia akan mencoba untuk menutup kembali baju balapnya, sekalipun itu harus menepi dan berhenti. "Baju balap Alpinestar [Quartararo] dari yang saya lihat, Anda bisa menyeletingnya dengan mudah. Resleting Dainese lebih normal, sama seperti celana, menurut saya Alpinestar punya resleting yang lebih murah. Akan saya coba!"

Setelah penalti kedua diumumkan, Fabio Quartararo mengutarakan perasaanya dengan sangat jelas melalui story Instagramnya.

Berbicara sebelum penalti kedua, Quartararo menjelaskan apa yang terjadi dengan baju balapnya.

"Saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi. Saya hanya tahu bahwa baju balap saya benar-benar terbuka di tikungan pertama, dan saya coba mensletingnya ke posisi normal lagi, saya tak bisa melakukannya," Saat resletingnya benar-benar turun Anda harus menarik [kedua sisi untuk menaikan kembali sletingnya] seperti resleting di celana jeans.

"Saya hanya berpikir untuk coba membalap dengan normal, karena tidak mudah untuk berkendara dengan baju balap terbuka di ujung tikungan, rasanya seperti berjalan terbalik! Saya hanya berpikir untuk mempertahankan podium. Tapi bagaimanapun saya mendapat penalti [untuk memotong Tikungan 2]. Itu aturannya, tapi saya rasa mulai sedikit berlebihan.

Ketika mengetahui penalti kedua karena baju balap yang terbuka, ini komentar Quartararo:

"Ya, saya pikir penalti tiga detik [untuk Tikungan 2], turun dari P3 ke P4 itu sudah cukup. Katakan saja saya finis dan semua pembalap selamat jadi itu. Saya pikir saat ini tidak ada [gunanya] lagi membahas soal penalti karena balapan sudah selesai."

Disaat Quartararo hanya berbicara soal sleting yang terbika, ia tidak berbicara soal pelindung dada dan alasan jelas kenapa itu jatuh.

Apakah pelindung dada baru menjadi masalah setelah resletingnya terbuka, atau mungkin menyebabkan resleting turun? Dan apakah Quartararo, yang mencoba melepas pelindung dada, membuat masalah makin buruk dengan menurunkan resleting lebih rendah?

Sayangnya, tayangan dari TV tidak menujukan hal ini. Quartararo berada di Tikungan 1 pada Lap 21 dengan resleting yang benar-benar tertutup, lalu terlihat pelindung dadanya terlempar di Tikungan 3 dengan baju balap yang sudah terbuka.

Dengan hasil ini, Quartararo menuntaskan balapan di posisi keenam, dan keunggulan poin atas Johann Zarco, yang finis kedua di belakang Miguel Oliveira, berkurang jadi 14 poin.