Francesco Bagnaia menatap MotoGP Belanda di Assen dengan antusiasme tinggi. Lebih dari sekadar tempat di mana ia menang di masa lalu, ia memiliki ikatan emosional dengan Sirkuit Assen sampai-sampai membuat tato di lengannya.

Assen adalah satu-satunya sirkuit di mana Bagnaia menang di Moto3 dan Moto2, dan akan sangat sempurna jika Pecco meraih kemenangan MotoGP pertamanya di sirkuit yang dijuluki "Cathedral of Speed" .

Jika dia melakukannya, ia akan menjadi pembalap Ducati kedua yang menaklukan Assen setelah Casey Stoner tahun 2008. Yap, Assen bukanlah sirkuit yang ramah bagi Desmosedici.

Lebih dari itu, kemenangan MotoGP Belanda juga akan sangat penting bagi Bagnaia dalam asanya menggapai gelar. Saat ini, ia tertinggal 32 poin dari Fabio Quartararo setelah Sachsenring, maka finis di depan pembalap Yamaha itu akan sangat penting.

Tapi ini bukan perkara mudah, karena Yamaha dan Honda merupakan favorit di Assen jika melihat rekor terbaru mereka di Assen, di mana masing-masing pabrikan mengkoleksi empat kemenangan dalam delapan tahun terakhir. Namun dengan cuaca yang sulit diprediksi, bukan tidak mungkin Bagnaia dan Ducati menjadi kuda hitam.

“Saya senang bisa kembali balapan di Assen, trek di mana saya menang di Moto3 dan Moto2, dan saya sangat menyukainya, bahkan saya menatonya di lengan saya,” tambah Bagnaia. "Ini adalah trek khusus, dan kondisi cuaca di sini pasti akan menjadi faktor penentu akhir pekan ini.

“Di atas kertas, kami bukan favorit, tapi kami juga bukan favorit akhir pekan lalu di Jerman. Jika saya tidak memulai balapan sejauh ini di Sachsenring, saya pasti bisa berjuang untuk podium.

"Kami akan mencoba lagi akhir pekan ini! Kami berada di tengah-tengah Kejuaraan, jadi penting untuk mendapatkan hasil bagus lainnya sebelum liburan musim panas."