Meski belum sepenuhnya nyaman di atas RC213V 2022 yang berubah total, Marc Marquez masih menempatkan dirinya dalam posisi ideal untuk memperebutkan kemenangan MotoGP Qatar di Lusail.

Juara dunia delapan kali itu dua kali meraih pole sementara sebelum akhirnya dilewati oleh duo Ducati, Jorge Martin dan Enea Bastianini, memberinya start dari sisi luar baris depan.

Tidak hanya kecepatan satu putaran yang mengesankan, kecepatan balapannya sepanjang akhir pekan juga cukup meyakinkan, khususnya di FP4.

Dengan balapan MotoGP Qatar musim lalu menghasilkan grup besar di depan, dan persaingan terlihat lebih dekat dari sebelumnya sejauh musim ini, jenis balapan serupa dengan 2021 sangat mungkin terjadi..

Tetapi dengan mengatakan itu, Marquez percaya siapa pun yang memimpin pada tahap awal akan memainkan peran besar dalam menentukan balapan seperti apa yang kita lihat, dan bagaimana ukuran kelompok terdepan juga tidak kalah pentingnya.

Marquez berkata: “Yang penting adalah siapa yang akan memimpin balapan. Tentu saja, saya pikir tiga orang di sini (dirinya sendiri, Jorge Martin dan Enea Bastianini); kami tidak memiliki kecepatan terbaik, mereka mulai dari belakang.

“Jadi itu tergantung siapa yang akan memimpin balapan dan berapa kecepatannya. Kami akan melihat apakah itu grup besar atau kecil.

“Kami harus memahami kondisi trek karena setiap kali kami keluar, itu berubah. Ada banyak pebalap dengan kecepatan yang sama, tetapi tidak sama untuk mengendarai sendiri seperti mengikuti seseorang ketika Anda perlu merawat ban depan, bagaimana menghentikan motor dan semua hal ini sangat mempengaruhi."

Ketika berbicara tentang dirinya sendiri, Marquez adalah favorit kuat untuk besok meskipun 'Saya masih tidak mengerti di mana batasnya'.

Marquez, yang sejauh ini belum terjatuh di Lusail, mengakui bahwa biasanya itu adalah sesuatu yang terjadi pada titik akhir pekan ini, sehingga membuatnya lebih merasakan batas motor.

Marquez melanjutkan: “Saya masih tidak mengerti di mana batasnya (dengan motor 2022). Saya tidak jatuh sejauh ini akhir pekan ini. Biasanya saya jatuh satu kali dalam latihan.

“Motor ini dikendarai dengan cara yang berbeda dan memang benar jika Anda ingin override [memaksakan motor] terkadang Anda lebih lambat.

“Juga dalam latihan kualifikasi mungkin sulit untuk memahami di mana batasnya. Misalnya, di lap tercepat saya, saya mengendarai dengan mulus T1, T2, dan saya cepat. T3 saya merasa seperti saya akan mendorong lebih banyak dan saya override, saya lebih lambat. Saya melakukan kesalahan.

"Jadi masih sulit untuk memahami cara masuk ke tengah tikungan dan itu jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya."