F1 GP Bahrain telah selesai, ada beberapa hal menarik yang bisa kita temukan dari balapan pembuka. Mulai dari duel kelas berat antara Lewis Hamilton dan Max Verstappen, penampilan impresif Yuki Tsunoda, sampai debut mengecewakan Sebastian Vettel dengan Aston Martin.

Kira-kira, berapa nilai yang pantas diberikan ke masing-masing pembalap? Crash.net coba menyusunnya untuk Anda.

Lewis Hamilton (Kualifikasi ke-2, finis ke-1) - 10

Sebuah penampilan yang cocok menggambarkan titel ksatrianya, Sir Lewis Hamilton menambahkan satu lagi kemenangan luar biasa ke koleksinya. Dengan mobil tercepat kedua akhir pekan ini, strategi agresif dari Mercedes memungkinkan Hamilton untuk unggul dari Verstappen meskipun dengan ban yang lebih tua 10 lap.

Duel keduanya mencapai klimaks saat Verstappen menyalip Hamilton, namun harus mengembalikan posisinya setelah melakukan manuver di luar trek. Sejak saat itu, Hamilton tidak mengendus pemuda Belanda itu lagi saat dia mengklaim kemenangan pertamanya di pembukaan musim sejak 2015.

 

 

Max Verstappen (Kualifikasi ke-1, ke-2) - 9

Grand Prix Bahrain 2021 tampaknya akan dimenangkan oleh Verstappen. Meski kehilangan posisi dari Hamilton karena perbedaan strategi, keunggulan kecepatan Max dengan RB16B nya terlihat nyata, dan menjadi sebuah kemenangan besar.

Verstappen melakukan overtake terhadap Hamilton di sekitar bagian luar Tikungan 4, namun manuver tersebut dilakukan dengan keempat roda berada di luar batas trek. Alhasil, ia harus mengembalikan posisi untuk menghindari penalti. Setelah itu, Verstappen tidak bisa mendekat lagi dan akan menyesali upaya menyalipnya yang salah pada Lap 53.

Valtteri Bottas (Kualifikasi ke-3, ke-3) - 8

Bottas tidak memiliki kecepatan untuk mengimbangi Hamilton dan Botas, hal tersebut diperparah dengan blunder pit Mercedes pada pit kedua yang memupus peluang membuka musim dengan kemenangan di Sakhir. Namun, selain insiden tersebut kecepatan Bottas sangat konsisten, dan bisa membayangi Verstappen khususnya di awal balapan.

Mercedes menarik Bottas di Lap 31 dalam upaya untuk menjepit Verstappen. Seandainya bukan karena pemberhentian kedua yang lambat, Bottas akan melemahkan Verstappen atau memaksa Red Bull untuk membalas satu putaran kemudian, memastikan Verstappen tidak akan memiliki keunggulan ban yang pada akhirnya berpotensi memberikan kemenangan yang nyaman bagi Hamilton.

Lando Norris (Kualifikasi ke-7, finis ke-4) - 9

Akhir pekan yang hampir sempurna untuk Norris di Bahrain saat ia unggul jauh dari pesaing lini tengah McLaren. Agresi Norris di beberapa lap pembukaan terbukti menjadi krusial saat ia berduel dengan Ricciardo, dan kemudian melewati Leclerc pada Lap 9. Satu-satunya cacat pada akhir pekan pembalap Inggris itu adalah dikalahkan di kualifikasi oleh rekan setim baru McLaren Ricciardo.

Sergio Perez (Kualifikasi ke-11, finis ke-5) - 8

Debut Perez di Red Bull dimulai dari pit lane setelah mengalami kehilangan tenaga di lap formasi. Pembalap Meksiko itu menunjukkan keahlian balapan yang sempurna dan kecepatan balapan untuk pulih ke posisi kelima, hanya enam detik di belakang Norris. Meskipun, penampilannya di kualifikasi harus ditingkatkan setelah ia gagal melaju ke Q3.

Charles Leclerc (Kualifikasi ke-4, finis ke-6) - 9

Finis keenam adalah hasil terbaik yang bisa didapat Ferrari lewat Leclerc di Bahrain. Seperti yang kita lihat berkali-kali musim lalu, lap Q3 Leclerc bisa dibilang lap akhir pekan saat ia mendapat posisi start , hanya sepersepuluh dari Bottas di Mercedes. Leclerc tidak memiliki kecepatan balapan untuk menantang Norris tetapi itu masih menjadi akhir pekan yang positif bagi Ferrari.

Daniel Ricciardo (Kualifikasi ke-6, finis ke-7) - 7

Debut McLaren Ricciardo dimulai dengan baik setelah mengalahkan Norris ke urutan keenam di kualifikasi. Pembalap Australia itu tampaknya memiliki kecepatan pada fase awal balapan tetapi turun, akhirnya finis lebih dari 20 detik di belakang Norris. Awal yang menggembirakan bagi Ricciardo, bagaimanapun, banyak ruang untuk perbaikan jika dia ingin menyesuaikan diri dengan rekan setimnya.

Carlos Sainz (Kualifikasi 8, finis 8) - 7

Seperti Ricciardo, Sainz tidak bisa menyamai kecepatan rekan setimnya di hari perlombaan. Sebuah kesalahan signifikan di Tikungan 1 di babak kualifikasi membuat Sainz hanya bisa bermain di posisi kedelapan di grid, kemudian awal yang buruk membuatnya tertinggal di belakang Alonso dan Stroll. 

Strategi Ferrari yang menunta pit kedua memberi Sainz keunggulan ban yang signifikan di fase akhir, memungkinkannya untuk finis di posisi kedelapan.

Yuki Tsunoda (Kualifikasi ke-13, finis ke-9) - 9

Tsunoda memiliki kecepatan untuk mencapai Q3 di kualifikasi, tetapi berjuang untuk mendapatkan lap dengan ban medium di Q2. Rookie Jepang itu menunjukkan bakatnya dengan beberapa manuver mengesankan selama balapan untuk finis kesembilan, salah satunya duel dengan Alonso yang menakjubkan di Tikungan 1. Dia kemudian menyalip Stroll di lap terakhir dengan langkah yang sama agresifnya untuk pulang dengan dua poin pada debut F1-nya.

Lance Stroll (Kualifikasi ke-10, finis ke-10) - 8

Stroll mencetak poin tunggal Aston Martin di akhir pekan. Pembalap Kanada itu berhasil mencapai Q3, sedangkan rekan setimnya Sebastian Vettel gagal lolos Q1. Sepanjang balapan, Stroll bertarung dengan Alonso dan Sainz selama fase awal balapan, tetapi ia memudar saat berlanjut menyoroti kurangnya kecepatan dari Aston Martin saat ini.

Kimi Raikkonen (Kualifikasi ke-14, finis ke-11) - 8

Raikkonen hanya terpaut dua detik untuk mencetak poin pertama Alfa Romeo sejak Imola musim lalu. Pembalap Finlandia itu membalikkan defisit kualifikasi yang signifikan dari rekan setimnya Giovinazzi dan menyalip mantan rekan setimnya di Ferrari, Alonso di Tikungan 1 di tengah balapan.

Antonio Giovinazzi (Kualifikasi ke-12, finis ke-12) - 7

Keunggulan 0,5s Giovinazzi di babak kualifikasi atas rekan setimnya Raikkonen adalah puncak dari akhir pekannya di Bahrain. Pit-stop pertama yang lambat untuk pembalap Italia itu menjatuhkannya dan dia berjuang untuk kembali berhubungan dengan Raikkonen untuk sisa balapan.

Esteban Ocon (Kualifikasi ke-16, finis ke-13) - 6

Perlombaan yang mengecewakan untuk Ocon berarti dia hanya mendapatkan tiga tempat dari posisi awalnya. Seandainya bukan karena insiden dengan Vettel, pria Prancis itu bisa saja berada di depan Giovinazzi, meskipun Ocon tidak pernah terlihat memiliki kecepatan untuk mengancam sepuluh besar akhir pekan ini.

George Russell (Kualifikasi ke-15, finis ke-14) - 8

Tidak banyak lagi yang bisa dilakukan Russell saat mengemudi untuk Williams. Mercedes junior berhasil mencapai Q2 lagi dan tidak terancam oleh rekan setimnya Latifi dalam balapan.

Sebastian Vettel (Kualifikasi ke-18, start ke-20 karena penalti, finis ke-15) - 4

Itu adalah akhir pekan yang membawa bencana bagi Vettel di Bahrain. Dia gagal mencapai Q1 dan kemudian mengambil penalti grid lima tempat karena gagal memperlambat cukup untuk bendera kuning di kualifikasi.

Mengadopsi strategi satu pit, Vettel menampilkan performa balapan yang mengesankan melawan beberapa pembalap, khususnya Alonso. Namun, Vettel melakukan blunder setelah remnya mengunci dan menabrak bagian belakang Ocon setelah disusul jelang Tikungan 1.

Mick Schumacher (Kualifikasi ke-18, finis ke-16) - 7

Tidak banyak yang bisa Anda lakukan dengan mobil paling lambat di grid. Schumacher secara meyakinkan mengungguli rekan setimnya Mazepin di kualifikasi, dan satu-satunya cacat pada balapan F1 perdananya adalah insiden melintir di Tikungan 4 setelah periode Safety Car yang singkat.

Pierre Gasly (Kualifikasi ke-5, DNF) - 6

Gasly adalah salah satu bintang kualifikasi saat ia mencapai Q3 dengan ban medium. Gasly kalah di awal dan kesalahan penilaian kecil di Tikungan 6, di mana ia menyenggol bagian belakang McLaren Ricciardo yang membuatnya kehilangan sayap depan dan peluang untuk mencetak poin besar. Kesempatan yang terlewatkan untuk orang Prancis itu.

Nicholas Latifi (Kualifikasi ke-17, DNF) - 6

Perlombaan anonim untuk Latifi setelah dia dikalahkan lagi oleh rekan setimnya Williams Russell di kualifikasi. Diduga kebocoran boost pada mesin Mercedes-nya memengaruhi tingkat performa dan kemampuan mengemudi mobilnya, akhirnya berhenti dengan enam lap untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

Fernando Alonso (Kualifikasi ke-9, DNF) - 8

Kembalinya Alonso ke F1 berakhir sebelum waktunya, tetapi kami melihat sekilas keterampilan dan bakat luar biasa pembalap Spanyol itu dalam mobil Alpine yang biasa-biasa saja. Alonso naik ke posisi ketujuh di fase awal balapan tetapi kemajuannya terhambat oleh masalah penempatan kecil. Roti lapis yang tersesat tersangkut di saluran remnya, yang menyebabkan mobilnya terlalu panas dalam prosesnya dan memaksanya keluar lebih awal.

Nikita Mazepin (Kualifikasi ke-20, DNF) - 1

Balapan pertama Mazepin F1 berakhir di lap pembukaan dengan putaran ke rintangan di pintu keluar Tikungan 2. Pembalap Rusia itu melintir dua kali di kualifikasi dan dua kali selama latihan - akhir pekan yang kacau secara keseluruhan untuk pembalap Haas.

 

Comments

Loading Comments...