Verstappen Ungkap Realita Performa Power Unit Red Bull Saat ini
Max Verstappen memaparkan kenyataan yang sebenarnya mengenai posisi unit daya F1 Red Bull dibandingkan dengan Mercedes.

Max Verstappen meyakini bahwa Grand Prix Italia menunjukkan adanya kesenjangan besar dalam performa mesin Formula 1 antara Red Bull dan Mercedes.
Setelah finis di posisi ketiga di Monza di belakang duo Mercedes, Andrea Kimi Antonelli dan George Russell, Verstappen mengaku merasa seperti "kura-kura" saat bertarung melawan tim Silver Arrows.
Juara dunia empat kali itu mengakui bahwa Red Bull tidak mampu menandingi efisiensi Power Unit Mercedes dalam hal deployment energi dibandingkan dengan sistem Red Bull Ford Powertrain.
Komentar ini muncul setelah FIA secara resmi mengonfirmasi bahwa Red Bull dinobatkan sebagai pemilik mesin F1 terbaik, saat pengumumnan hasil dari dua periode pertama Additional Development and Upgrade Opportunities (ADUO) pada akhir Agustus.

Pembalap asal Belanda 28 tahun itu menegaskan bahwa Red Bull "tidak melihat angka yang sama" dengan FIA dan mengungkapkan bahwa timnya masih melakukan pembicaraan dengan badan pengatur F1 terkait masalah tersebut.
"Sebagai sebuah tim, kami terkejut dan kami tidak melihat angka yang sama, jadi ya, kami masih dalam tahap diskusi dengan FIA mengenai hal ini. Kita lihat saja nanti apa hasilnya," ujar Verstappen di Monza.
Peringkat ADUO FIA hanya memperhitungkan performa mesin pembakaran internal (ICE), sehingga tidak mencakup aspek kelistrikan dari unit daya maupun baterainya.
Verstappen kembali ditanya mengenai hal ini menjelang Grand Prix Spanyol akhir pekan ini dan mengutarakan pandangannya mengenai letak perbedaan utama dalam perhitungan FIA tersebut.
"Masalahnya adalah, tentu saja, ada pengukuran untuk ICE, tetapi tidak untuk baterainya, bukan? Jadi, keduanya adalah hal yang berbeda, padahal pada akhirnya, keduanya hampir menghasilkan besaran tenaga yang sama," ujarnya di Madrid.

"Jika kita hanya melihat satu aspek saja, mungkin performa kita sangat baik di sisi mesin pembakaran internal (ICE), namun mungkin tidak sekuat Mercedes di sisi baterai. Sulit untuk memastikannya, tetapi begitulah gambaran situasinya saat ini.
"Kita tidak memiliki kemampuan penyaluran tenaga (*deployment*) yang setara dengan Mercedes, dan hal itu terlihat jelas saat saya memimpin balapan," ujar pembalap asal Belanda itu. "Sangat sulit untuk menandingi mereka. Saya hanya bisa mengimbangi mereka saat menggunakan mode *overtake*.
"Jadi, ya, kita harus bekerja lebih baik lagi dan terus berusaha meningkatkan diri di segala aspek: mobil, mesin, baterai, dan semuanya. Ini adalah proses yang tiada akhir, sebuah pengembangan yang terus berjalan. Kita tahu apa yang perlu dibenahi, namun hal itu membutuhkan waktu."













