Michelin Ambil Keputusan Krusial Soal Alokasi Ban Usai Sprint Motegi
Michelin telah mencoret ban belakang tipe Soft dari alokasi MotoGP jepang setelah Sprint Race.

Michelin telah menarik ban belakang Soft dari alokasi untuk balapan MotoGP Jepang hari Minggu menyusul masalah yang terjadi selama Sprint di Motegi.
Ban Medium tersedia, begitu pula ban belakang Hard yang diperkuat - yang belum sempat dipakai untuk satupun putaran sepanjang akhir pekan ini, yang kini menjadi "pilihan yang direkomendasikan" oleh Michelin untuk balapan GP ini.
Sejumlah pembalap mengalami masalah serius dengan ban *soft* pada balapan Sprint 12 lap hari Sabtu, termasuk Jorge Martin dan Francesco Bagnaia.

Martin mengatakan bahwa ia tidak mengalami apapun sebelum Sprint: "Tidak, tidak ada sama sekali. Tidak ada tanda-tanda akan masalah ini. Jadi, ini jelas mengkhawatirkan untuk balapan besok.
"Kami perlu mencoba sesuatu saat sesi pemanasan, sepertinya ban Soft bukanlah pilihan yang tepat. Menurut saya, masalah yang saya alami bahkan lebih parah daripada yang dialami Pecco, tetapi setidaknya saya bisa menyelesaikan balapan."
Namun, Jack Miller - salah satu dari hanya dua pembalap yang memakai ban Medium - kemudian mengungkapkan bahwa bannya juga mengalami blistering (pengelupasan) yang cukup parah, dan ia memprediksi semua pembalap mungkin terpaksa beralih menggunakan ban Hard.
Miller mengatakan ia bisa hampir menjamin hal itu, dan memperingatkan bahwa penggunaan ban yang belum pernah dipakai sebelumnya di akhir pekan MotoGP akan mengubah balapan hari Minggu jadi seperti lotere.
Rekan setimnya di Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, sependapat dengan penilaian tersebut.
'Michelin menarik ban Soft'
Namun, Michelin tidak mewajibkan penggunaan ban Hard, sehingga ban Medium tetap diperbolehkan.
Saat ini juga tidak ada perubahan pada jarak balapan maupun kewajiban melakukan *pit stop* di tengah balapan, namun durasi sesi pemanasan (*warm-up*) telah ditambah dua kali lipat, dari sepuluh menjadi dua puluh menit.
Pernyataan resmi Michelin mengonfirmasi: "Michelin telah menarik ban belakang Soft dari alokasi balapan. Ban Medium tetap tersedia namun memerlukan manajemen yang cermat, sementara ban belakang Hard - yang memiliki kontruksi casing lebih kuat - menjadi pilihan yang direkomendasikan Michelin untuk para pembalap yang ingin mempertahankan kecepatan tinggi sepanjang balapan."

"Gaya berkendara, manajemen ban, dan pengaturan motor"
Piero Taramasso dari Michelin menjelaskan: "Motegi adalah trek yang cukup agresif dengan tata letak yang cukup menuntut; selain itu, aspalnya baru dan kami belum pernah melakukan pengujian di sini.
"Kami membawa tiga pilihan ban belakang: tipe Soft dan Medium dengan konstruksi standar, serta tipe Hard dengan konstruksi yang lebih kuat - sama seperti yang digunakan di Austria - karena kami mengantisipasi masalah suhu ban belakang yang sangat tinggi.
"Kemarin dan pagi ini, kami menguji ban-ban tersebut dan memantau suhunya. Secara umum, suhu tercatat cukup tinggi pada sebagian besar motor, bahkan berada di batas maksimal.
"Namun, kami memutuskan untuk menggunakan Soft dan mencobanya dalam Sprint Race 12 lap. Kami menilai kondisinya masih bisa ditangani.
"Namun, Sprint Race berlangsung sangat, sangat cepat. Waktunya sembilan detik lebih cepat [dibandingkan tahun lalu]. Selain itu, pada sesi kualifikasi pagi tadi, rekor waktu putaran juga dipertajam hingga selisih enam persepuluh detik. Jadi, kecepatannya tinggi dan suhunya panas - suhu lintasan mencapai 40 derajat saat balapan sprint berlangsung.
"Satu hal penting lainnya adalah dalam balapan Sprint, tidak ada masalah konsumsi bahan bakar, sehingga para pembalap bisa menggunakan tenaga penuh.
"Mereka memacu motor habis-habisan sejak lap pertama hingga akhir. Situasi ini memberikan beban energi yang sangat besar pada ban dan menyebabkan ban mengalami spinning. Semua faktor ini memperparah keadaan."

"Dalam kondisi seperti ini, Anda harus mengelola penggunaan ban. Ada pembalap dan motor tertentu yang mampu mengelolanya dengan lebih baik dibandingkan yang lain, karena tujuannya adalah meminimalkan energi yang disalurkan ke ban serta menjaga suhu agar tidak terlalu tinggi, sembari berusaha meminimalkan gejala ban selip (*spinning*).
"Pada akhirnya, beberapa pembalap mengalami masalah blistering yang cukup parah - contohnya dua motor Aprilia dan satu Ducati.
"Sementara itu, pembalap lain - seperti Marc [Marquez, pemenang Sprint] dengan Ducati - tidak mengalami masalah tersebut. Performa ban Soft-nya tetap terjaga dengan baik. Untuk KTM, semua motornya dalam kondisi aman. Sedangkan di kubu Honda, hanya satu motor yang mengalami masalah itu."
"Jadi, situasinya benar-benar berkaitan dengan gaya berkendara pembalap, manajemen ban, dan pengaturan motor.
"Bagaimanapun, kami telah menganalisis semua data serta kondisi ban, dan solusinya untuk besok adalah ban belakang tipe Soft tidak diperbolehkan digunakan dalam balapan.
"Kami bisa tetap menggunakan tipe Medium - tipe Medium ini sedikit lebih tahan lama - namun tetap perlu dikelola dengan baik.
"Dan jika Anda tidak ingin melakukan manajemen ban, jika Anda ingin memacu kecepatan dari awal hingga akhir, tersedia pilihan yang lebih keras dengan konstruksi dinding ban yang lebih kuat.
"Inilah yang direkomendasikan Michelin untuk besok."

Keputusan ini membuat tim menghadapi dilema: mengambil risiko dengan mengelola ban Medium atau ban belakang Hard yang karakteristiknya belum diketahui, dengan hanya sesi pemanasan sebagai kesempatan untuk memperoleh data sebelum balapan.
Situasi ini menjadi semakin rumit karena ban belakang Hard versi yang diperkuat tersebut merupakan ban yang sama yang sempat menyebabkan masalah cengkeraman bagi Ducati di Red Bull Ring.
Ducati memenangkan Sprint di Motegi lewat Marc Marquez, yang kini hanya tertinggal tujuh poin dari pemimpin klasemen, Martin (Aprilia).
Sebagaimana dicatat oleh Taramasso, Marquez tidak melaporkan adanya masalah ban seperti yang dialami rekan setimnya, Bagnaia, yang terpaksa masuk pit satu lap sebelum finis.
Rekan setim Martin, Marco Bezzecchi, adalah pembalap lain yang memilih ban Medium, jenis ban yang ia gunakan untuk mencatatkan waktu tercepat pada sesi latihan terakhir.
Namun, ia tidak mampu mengulangi kecepatan yang ditunjukkannya pada sesi pagi dan akhirnya finis di posisi keenam.
"Tingkat keausan pada ban Medium yang saya gunakan tidak terlihat terlalu buruk, namun melahap 12 putaran lagi dengan ban Medium [besok] tetaplah jumlah yang cukup banyak, jadi ini agak seperti melangkah ke situasi yang belum pasti," ujar Bezzecchi.
"Saya akan mengikuti saran mereka. Saya akan menganalisisnya, dan jika menurut saya itu adalah pilihan terbaik, saya akan menggunakan ban Medium."
Setelah latihan hari Jumat, beberapa pembalap berpendapat bahwa ban Soft bisa digunakan untuk balapan utama karena minimnya degradasi, sehingga masalah blistering saat Sprint menjadi hal yang cukup mengejutkan.
Bahkan setelah balapan Sprint, pembalap tim pabrikan Yamaha, Fabio Quartararo, merasa ia sebenarnya bisa saja menggunakan ban Soft untuk balapan hari Minggu.
"Saya tidak tahu apa keputusan Michelin terkait ban," ujarnya sebelum perubahan alokasi ban diumumkan. "Sejujurnya, menurut saya ban Soft bisa digunakan untuk balapan. Jika diberi pilihan, saya rasa saya akan memilih ban Soft untuk balapan, tapi kita lihat saja bagaimana rencananya."















