Williams masih memiliki dua kursi yang belum dikonfirmasi untuk line-up pembalap musim depan, dan menjadi salah satu opsi paling menarik bagi pembalap yang belum memastikan tempatnya di grid F1 menuju era baru tahun depan.

Investasi baru dari pemilik baru Dorilton Capital dan peningkatan signifikan dalam performa musim ini membuat Williams yakin mereka berada di jalur tepat untuk kembali sebagai tim papan atas memasuki era baru Formula 1.

Dengan posisinya saat ini, Williams tidak terburu-buru untuk memastikan line-up pembalap dan siap mengambil keuntungan dari setiap pergerakan di pasar pembalap, dengan CEO Jost Capito mengklaim tim memiliki "daftar yang cukup panjang" untuk calon pembalap tahun depan.

“Saya pikir setiap pembalap yang belum mendapatkan kursi tetap untuk tahun depan, atau memiliki opsi untuk tahun depan, sedang berbicara kepada kami saat ini,” kata Capito di GP Hungaria. "Ini adalah kursi yang paling dicita-citakan di Formula 1 saat ini untuk tim yang harus mengisi kursi."

Mengacu kepada hal itu, kami melihat siapa saja pembalap yang berpotensi masuk di dalam radar Williams untuk musim 2022.

2876556.0064.jpg

George Russell

Bisa dibilang, George Russell menjadi kuncian dari teka-teki line-up tim untuk musim 2022, dengan sejumlah penampilan bintang lima pembalap junior Mercedes itu membuatnya dikaitkan dengan promosi ke tim pabrikan untuk mendampingi Lewis Hamilton.

Russell tetap menjadi pilihan pertama Williams untuk 2022, namun dengan kontraknya yang habis pada akhir tahun, mereka tidak akan menghalangi pembalap bintangnya untuk pindah jika Toto Wolff memanggil.

Kalau sudah begitu, Williams harus membuat setidaknya satu perubahan pada line-up pembalap musim 2022.

Nicholas Latifi

Keputusan seputar masa depan Russell kemungkinan akan berdampak pada Nicholas Latifi, yang kontraknya juga akan habis akhir tahun ini dan belum dikonfirmasi akan bertahan di tim untuk 2022.

Pembalap Kanada itu telah mencetak hasil yang fluktiatif untuk tim sejak melakukan debut F1 tahun 2022, dan secara komperhensif dikalahkan oleh Russell, khususnya pada babak kualifikasi.

Meski perkembangannya sendiri tidak begitu nonjol dibandingkan Russell, Latifi masih membuat terkesan atas performanya musim ini. Contoh terbaiknya adalah Grand Prix Hongaria, di mana pada waktu yang tepat ia bisa mengungguli rekan satu timnya yang sangat berbakat itu.

Hasil di Hungaroring seolah menunjukkan bawha Latifi bisa menawarkan lebih dari sekadar dukungan finalsial kuat untuk tim, dan layak dipertahankan tim untuk musim 2022.

2876500.0064.jpg

Valtteri Bottas

Jika Russell mendapatkan promosi ke Mercedes, Valtteri Bottas akan mencari kursi baru untuk tetap bertahan di F1 tahun depan. Dan menurut kami, memulangkan Bottas ke Grove adalah skenario ideal.

Ini akan menjadi sebuah perekrutan besar bagi tim, dan menegaskan niatnya untuk kembali ke jalur kemenangan. Bottas adalah pemenang balapan sembilan kali, maka kepindahannya sebagai pengganti Russell adalah hal mudah bagi Williams.

Sebaliknya, ini memang menjadi sebuah kemunduran bagi Bottas setelah lima tahun mendapatkan mobil pemenang balapan. Namun, Williams atau Alfa Romeo menjadi opsi terbaik bagi VB untuk bertahan di Formula 1 jika ia kehilangan tempatnya di Mercedes.

Tantangan untuk membantu kebangkitan Williams bisa menjadi hal menarik bagi pembalap berusia 31 tahun itu, yang mengatakan dirinya masih memiliki banyak hal untuk diberikan di Formula 1.

2869356.0064.jpg

Nico Hulkenberg

Pada Grand Prix Inggris lalu, Capito mengindikasikan bahwa Nico Hulkenberg adalah salah satu pembalap yang dipertimbangkan Williams untuk 2022.

Berstatus sebagai cadangan Aston Martin saat ini, Hulkenberg masih mencari jalan untuk kembali sebagai pembalap reguler sejak kehilangan kursi Renault pada akhir 2019. Tahun lalu, Hulkie melakukan beberapa cameo yang mengesankan untuk Racing Point.

Sudah mendekati 34 tahun dengan 179 Grand Prix untuk namanya, Hulkenberg adalah seorang pembalap berpengalaman yang memiliki banyak hal untuk ditawarkan kepada Williams, tim yang dibelanya saat mencetak satu-satunya pole position pada Brazil 2010.

Hulkie memang pernah menolak comeback ke Williams sebelum takeover Dorilton, namun dengan kondisi tim saat ini yang lebih stabil secara finansial, tawaran kedua akan lebih sulit untuk ditolak.

Hulkenberg lead image.jpeg

Daniel Kvyat

Pembalap lain yang dikaitkan dengan Williams adalah mantan pembalap Red Bull, Daniil Kvyat. Sejak kehilangan kursi AlphaTauri tahun lalu, pembalap Russia itu memainkan peran sebagai pembalap tes di Alpine, dan merasa ada urusan yang belum selesai di Formula 1 setelah digantikan oleh Yuki Tsunoda.

Kvyat adalah seorang veteran dengan pengalaman lebih dari  100 grand prix, memiliki tiga podium di CV-nya dan memiliki rasa lapar dan tekad untuk membuktikan keraguannya salah. Dia akan menjadi pilihan yang baik untuk Williams jika Bottas tidak dapat dicapai.

2823156.0064.jpg

Nyck de Vries

Pembalap lain yang dikaitkan dengan kemungkinan kursi di Williams adalah Nyck de Vries, yang dinobatkan sebagai juara dunia pertama dari Formula E di Berlin akhir pekan lalu.

De Vries, yang membalap untuk Mercedes Formula E, sudah menjadi pembalap cadangan pabrikan di F1 dan sekarang berkembang rumor bahwa pabrikan Jerman itu tertarik untuk menggantikan Russell dengan pembalap junior lainnya di Williams.

Spekulasi yang mengaitkan de Vries ke F1 terus meningkat di tengah laporan bahwa Mercedes siap untuk keluar dari Formula E. Perekrutan seorang juara dunia jelas menjadi daya tarik bagi tim, dengan umurnya yang masih 26, ia juga menjadi opsi jangka panjang.

1-EPS705_135557_ALS0356.jpg

Guanyu Zhou

Jika Guanyu Zhou ingin mewujudkan mimpinya menjadi pembalap F1 pertama di China tahun depan, dia harus melihat ke luar tim Alpine, tempatnya bernaung sebagai anggota akademi saat ini.

Dengan Esteban Ocon dan Fernando Alonso berlanjut hingga 2022, Alpine telah mengakui bahwa itu dapat menempatkan Zhou di tim F1 lain musim depan.

Pembalap berusia 22 tahun, yang saat ini duduk di urutan kedua dalam kejuaraan Formula 2, telah dikaitkan dengan Williams dan Alfa Romeo tetapi dianggap opsi liar. Memenangkan gelar F2 di musim ketiganya akan memberikan dorongan besar bagi harapannya untuk lulus ke F1.

Meskipun Zhou adalah kandidat yang paling tidak berpengalaman dalam daftar ini, ia membawa dukungan dan sangat berharga, sementara ia telah membuktikan kecepatannya di seri junior.

Rekan junior Alpine, Oscar Piastri, juga layak dipertimbangkan jika dia terus mengubah keunggulan poin F2-nya menjadi gelar pada percobaan pertama.

2856605.0064.jpg

Alex Albon

Pembalap cadangan Red Bull, Alex Albon, juga menjadi opsi lainnya untuk Williams, meski peluangnya bisa dibilang sangat kecil.

Pembalap Inggris-Thailand, yang dua kaki naik podium untuk Red Bull tahun lalu sebelum digantikan oleh Sergio Perez, saat ini membalap di DTM sambil menjalankan tugas sebagai pembalap cadangan Red Bull, Albon mencari jalan kembalinya ke F1 dan juga menyatakan niatnya untuk beralih ke IndyCar sebagai alternatif.

Albon berjuang untuk memenuhi harapan tinggi Red Bull tetapi bisa berkembang dan menyadari potensinya dalam lingkungan yang lebih santai di Williams. Dia pasti layak mendapat kesempatan lain di F1.

XPB_1084270_HiRes.jpg

Kesimpulan kami:

Jika harus memilih dua pembalap terbaik di market, maka kolaborasi Bottas dan Hulkenberg akan menjadi penegasan niat nyata Williams untuk membentuk line-up pembalap yang akan memperkuat tim menuju era baru F1.

Atau, menggabungkan pengalaman dan darah muda dengan duet seperti Bottas/Hulkenberg dengan salah satu dari Latifi, de Vries, Zhou, Albon, atau Piastri akan sangat menarik.