Ducati Kembali Menghadapi Realita usai Kekecewaan Silverstone

Gigi Dall’Igna mengakui bahwa Ducati “tidak pernah benar-benar dalam persaingan” di Silverstone.

Dall’Igna: Ducati “never really in the running” at Silverstone.
Dall’Igna: Ducati “never really in the running” at Silverstone.
© Gold and Goose

Ducati “tidak pernah benar-benar dalam persaingan” di MotoGP Inggris, akhir pekan yang membawa mereka ke realita akan kerasanya persaingan di MotoGP dengan lawan tangguh dan sulit ditaklukkan.

Demikian pernyataan General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, setelah skuat Borgo Panigale kalah telak dari Aprilia sepanjang akhir pekan Grand Prix Inggris.

Ducati gagal menembus posisi tiga besar, baik di sesi kualifikasi, Sprint, maupun Grand Prix, sementara posisi Marc Marquez di Kejuaraan Dunia juga turun ke peringkat keempat.

Trackhouse Aprilia's Raul Fernandez on his way to victory in the Silverstone MotoGP.
Trackhouse Aprilia's Raul Fernandez on his way to victory in the Silverstone MotoGP.
© Gold and Goose

“Silverstone sekali lagi membuktikan betapa sulitnya memprediksi hasil balapan di sana, dengan munculnya pemenang berbeda yang kedua belas dalam dua belas balapan terakhir,” tulis Dall’Igna dalam ulasan balapannya di LinkedIn.

“Hal ini juga menegaskan kembali bahwa sirkuit ini merupakan tantangan berat bagi kami: kami menjalani akhir pekan yang kurang memuaskan - situasi yang harus segera kami tinggalkan sembari tetap menarik pelajaran penting darinya.

“Yah, tidak banyak yang bisa dikatakan: kami sebenarnya tidak pernah benar-benar bersaing. Mulai dari kualifikasi hingga GP, ​​kami tidak pernah menemukan kecepatan yang kompetitif karena beberapa alasan, dan kami selalu tidak mendapatkan feeling yang pas terhadap motor.

“Tidak ada hal yang terlalu mengkhawatirkan.

"Kami mencermati situasi yang membawa kami kembali secara tiba-tiba pada realita sebuah kejuaraan yang sengit melawan rival tangguh dan pantang menyerah. Kini prioritasnya adalah membangkitkan kembali semangat yang kami miliki sebelum jeda musim panas serta mengerahkan segenap hati dan kemampuan kami, seperti biasa."

Alex Marquez, 2026 Silverstone MotoGP.
Alex Marquez, 2026 Silverstone MotoGP.
© Gold and Goose

Dall’Igna secara khusus menyoroti Alex Marquez dari Gresini sebagai "Ducati terbaik, baik pada hari Sabtu maupun Minggu", dan berpendapat bahwa ia mungkin bisa naik podium Grand Prix andai tidak melakukan kesalahan di tengah balapan.

Fabio di Giannantonio dari VR46 meraih "poin-poin berharga dalam konteks musimnya yang gemilang dan dari sudut pandang kejuaraan dunia, di tengah klasemen yang persaingannya masih sangat terbuka dan sulit diprediksi."

Namun, pembalap tim pabrikan Francesco Bagnaia "mengakhiri akhir pekan yang ingin dilupakan itu dengan sebuah kecelakaan", dengan Dall’Igna menekankan bahwa "sirkuit di Inggris tersebut jelas bukan lintasan yang ideal baginya setelah menjalani operasi lengan bawah".

Marc Marquez, Silverstone MotoGP.
Marc Marquez, Silverstone MotoGP.
© Tony Goldsmith

Sementara itu, rekan setimnya, Marc Marquez, tiba di Silverstone dengan momentum kemenangan ganda yang sempurna di Sachsenring, tapi harus pulang dengan hasil terburuknya sejak menjalani operasi bahu pada bulan Mei.

Juara sembilan kali itu mengalami penurunan performa ban yang drastis saat finis di posisi kesembilan pada Sprint, lalu berhasil mengamankan posisi ketujuh di Grand Prix.

“Marc tidak pernah mampu mengimbangi kecepatan para pembalap terbaik, terlepas dari sesi kualifikasi yang kurang beruntung baginya - yang sempat terganggu oleh munculnya bendera kuning pada upaya terakhirnya. Karena alasan-alasan tertentu, hasil yang kami peroleh sangat berbeda dibandingkan dengan balapan sebelumnya di Jerman. Faktanya, hasilnya justru sangat bertolak belakang,” tulis Dall’Igna.

“Marc sendiri sudah memperingatkan bahwa balapan ini akan sulit, dan kenyataannya memang demikian. Ia mengawali balapan dengan kuat dan bertahan di posisi perebutan podium selama mungkin, sebelum perlahan-lahan posisinya melorot. Messki demikian, ia terus berjuang gigih hingga akhirnya harus puas dengan hasil balapan yang tidak terlalu istimewa tanpa mengambil risiko yang tidak perlu.”

“Sederhananya, hari-hari yang menguntungkan pasti akan tiba; yang terpenting adalah kita siap saat hal itu terjadi. Masih banyak balapan tersisa dalam kalender, dan setiap orang pasti akan menghadapi masa-masa sulit.

“Dalam kejuaraan hebat seperti MotoGP, kesuksesan akan diraih oleh mereka yang mampu merespons tantangan hari itu dengan cara terbaik.”

Silverstone MotoGP race lap times: Podium plus leading Ducati riders.
Silverstone MotoGP race lap times: Podium plus leading Ducati riders.
© Peter McLaren

Kemenangan Raul Fernandez di Silverstone berarti keempat pembalap Aprilia kini telah memenangkan balapan Grand Prix musim ini.

Jorge Martin memimpin klasemen dengan keunggulan 31 poin atas rekan setimnya di tim pabrikan Aprilia, Marco Bezzecchi, sementara Ai Ogura tertinggal 37 poin setelah terjatuh di Grand Prix.

Marc Marquez tertinggal 40 poin dari posisi puncak menjelang balapan di Aragon akhir bulan ini.