"Kekuatan Kedua" - Di Giannantonio Menilai Posisi Ducati usai Silverstone
Fabio Di Giannantonio menilai bahwa Ducati kini menjadi "kekuatan kedua" di MotoGP setelah dominasi Aprilia di Silverstone.

Dominasi Aprilia di MotoGP Silverstone membuktikan bahwa mereka adalah pabrikan terbaik dalam kejuaraan tersebut, ujar Fabio Di Giannantonio.
Aprilia memulai musim 2026 dengan kuat, tetapi Ducati melawan lewat Marc Marquez meraih tiga dari empat kemenangan terakhir sebelum musim panas, mengindikasikan kekuatan keduanya mulai berimbang.
Tetapi, akhir pekan Silverstone kembali menjadi pertunjukan dominasi Aprilia. Ketiga RS-GP di podium kedua balapan, hanya kecelakaan Raul Fernandez di Sprint dan Ai Ogura di Grand Prix yang gagal mastikan hasil 1-2-3-4 untuk pabrikan Noale.

Usai Sprint Race, Alex Marquez sudah merasa bahwa "mustahil" baginya untuk bersaing dengan para pembalap Aprilia pada hari Minggu.
Setelah Grand Prix, giliran Fabio Di Giannantonio mengklaim bahwa Ducati kini menjadi "kekuatan kedua" di MotoGP.
Pembalap Italia itu berpendapat bahwa dominasi Aprilia di Inggris tidak hanya disebabkan oleh keunggulan mereka sendiri, tetapi juga kelemahan Desmosedici yang terekspos oleh karakteristik trek Silverstone.
"Sejujurnya, saya sudah melakukan yang terbaik semampu saya," ujar Diggia usai balapan di Silverstone.
"Saya berusaha menghemat ban belakang semaksimal mungkin untuk fase akhir balapan dan saya berhasil melakukannya dengan baik, namun akibatnya ban depan saya jadi rusak.
"Tapi, hal inilah yang memang terjadi di setiap balapan sejak awal tahun.
“Sudah sejak lama saya katakan bahwa kita perlu menyempurnakan paket kita - paket yang sebenarnya sudah sangat bagus, namun tetap perlu ditingkatkan - karena jujur saja, saat ini kita memiliki keterbatasan ruang lingkup kerja yang optimal.

“Jika kami terlalu memaksakan ban depan, maka ban depan akan habis dan balapan kami pun berakhir. Sementara itu, jika kami terlalu mengandalkan ban belakang demi membuat ban depan bekerja sebagaimana mestinya...
“Jadi, pengaturannya memang sangat sulit.
“Saat ini, bisa dibilang kami hanyalah kekuatan kedua. Tim terdepan adalah Aprilia, yang performanya luar biasa.
“Kami tahu mereka sangat hebat di sini - kami memang sudah tahu - tetapi selisih waktunya cukup besar, jadi menurut saya kami harus melakukan perbaikan.”
Masih ada 10 balapan tersisa di musim 2026, dan Di Giannantonio berharap Ducati akan menunjukkan peningkatan.
"Saya sangat berharap kami bisa melakukan perbaikan," ujarnya. "Aprilia telah tampil sangat baik sejak periode yang sama tahun lalu; kini terlihat jelas bahwa keempat pembalap mereka selalu berada di barisan depan secara konsisten, sementara kami hanya sesekali mampu bersaing di posisi tersebut."
"Namun, saat ini posisi kami tertinggal satu langkah; itulah kenyataan yang sebenarnya."
Dia menambahkan: “Yah, di sini [Silverstone] perbedaannya luar biasa, sangat besar. Namun, dalam [...] 12 balapan, kami belum pernah menjumpai sirkuit di mana kami jauh lebih unggul dibandingkan mereka seperti ini.
“Itu berarti mereka lebih baik.”
















