Bagnaia Kebingungan setelah Akhir Pekan Mimpi Buruk di Silverstone
Francesco Bagnaia menutup akhir pekan yang buruk di Silverstone dengan tersingkir di Grand Prix Inggris.

Setelah kesulitan bahkan untuk memiringkan motor hingga lutut menyentuh aspal akibat degradasi ban parah pada tahap akhir Sprint Silverstone, akhir pekan MotoGP Inggris yang suram bagi Francesco Bagnaia ditutup dengan kecelakaan pada Grand Prix hari Minggu.
Start dari posisi ke-16 - posisi start terburuknya musim ini - Bagnaia sempat kehilangan lebih banyak posisi pada lap-lap awal sebelum naik ke urutan ke-15 saat para pembalap di depannya mengalami kecelakaan.
Namun, pembalap tim pabrikan Ducati itu kemudian masuk dalam daftar pembalap yang gagal finis (DNF) pada lap kesembilan dari total 20 lap.
“Jujur saja, sangat aneh. Saya belum pernah kehilangan kendali ban depan saat keluar dari tikungan,” ujar Bagnaia.

“Saat melihat datanya, sulit sekali menemukan penyebab pastinya. Satu-satunya hal yang jelas adalah saya kehilangan kendali bagian depan motor secara tiba-tiba, hanya dalam hitungan milidetik. Sungguh aneh, tapi itulah yang terjadi.
“Hal ini juga sulit diterima, mengingat ini sudah menjadi salah satu akhir pekan terberat musim ini.
“Saya kesulitan untuk—bukan sekadar menjadi cepat, karena saya memang tidak pernah tampil cepat—tetapi saya kesulitan untuk sekadar mendekati posisi 10 besar sepanjang akhir pekan.
“Hari ini sebenarnya ada sedikit peluang untuk finis di 10 besar. Namun, saya sangat kesulitan, dan kami harus bangkit dari situasi ini, karena saya tidak ingin mengalami akhir pekan seperti ini lagi.”

"Kami tidak tahu harus berbuat apa"
Bagnaia membenarkan bahwa Ducati telah mencoba berbagai perubahan sepanjang akhir pekan, namun tidak menemukan solusinya.
"Saya mengubah segalanya. Mulai dari *set-up* hingga aspek elektronik. Tapi masalahnya bukan di situ," ujarnya.
"Sejak balapan pertama musim ini, saya tidak mendapatkan cengkeraman ban sama sekali—benar-benar nol."
"Dan kami tidak tahu harus berbuat apa, karena ada pembalap Ducati [lain] yang memiliki cengkeraman ban yang sangat baik."
"Jadi, hal ini sangat sulit dipahami."
Alex Marquez dari tim Gresini kembali menjadi pembalap Ducati terdepan dengan menempati posisi keempat, di belakang trio pembalap Aprilia.
Rekan setim Bagnaia di tim pabrikan, Marc Marquez, finis di posisi ketujuh.
















