Meski Jadi Bos Tim MotoGP, Steiner Terbuka untuk Kembali ke F1
Mantan bos Haas F1, Guenther Steiner, terbuka untuk kembali ke paddock Formula 1 jika ada proyek yang tepat.

Guenther Steiner mengisyaratkan keterbukaan untuk kembali ke paddock Formula 1, tapi hanya dengan proyek yang menurutnya tepat.
Steiner adalah sosok kunci dalam pembentukan tim Haas dan menjabat sebagai Team Principal sampai Januari 2024, saat pemilik tim Gene Haas tidak memperpanjang kontraknya setelah tim menjadi juru kunci klasemen kosntruktor dari musim sebelumnya.
Sejak meninggalkan paddock F1, Steiner telah mengambil alih tim Red Bull KTM Tech 3, menjabat sebagai pemilik sekaligus CEO setelah mengakuisisi kepemilikan penuh dari Hervé Poncharal melalui sebuah konsorsium investasi.

Saat ditanya dalam podcast Up to Speed apakah ia mempertimbangkan untuk kembali ke Formula 1, Steiner memberikan jawaban yang tegas.
"Ya. Saya akan kembali jika ada proyek yang saya sukai," ujarnya. "Maksud saya, saya selalu bilang, kalau sekadar kembali untuk melakukan pekerjaan saja: tidak.
"Ada begitu banyak hal yang ingin saya lakukan. Dan jika Anda melihat perjalanan saya selama 10, 15, atau bahkan 20 tahun terakhir, semuanya selalu berupa proyek. Saya tidak sekadar mencari pekerjaan. Karena bagi saya, sekadar menjalani pekerjaan - saya tidak akan menyebutnya membosankan, tetapi rasanya kurang memacu semangat.
"Hal itu haruslah sesuatu yang benar-benar menantang saya."

Steiner memiliki rekam jejak yang panjang dan beragam di dunia balap, setelah berkecimpung di F1, MotoGP, reli, dan DTM. Khusus di F1, ia memiliki pengalaman bersama Jaguar, Red Bull, dan Haas.
Saat menguraikan apa yang ia maksud dengan proyek yang 'menarik', Steiner menambahkan: "Sebuah proyek berarti sesuatu di mana Anda bisa menentukan sendiri arah langkahnya.
"Bukan sekadar masuk begitu saja, karena saya tidak mendefinisikan diri berdasarkan jabatan. Saya sama sekali tidak memedulikan soal jabatan.
"Bagi saya, ini seperti melakukan sesuatu yang memang saya sukai. Sama halnya saat saya meninggalkan Haas dan beralih ke dunia televisi.
"Awalnya saya bahkan tidak tahu industri itu ada. Namun, ketika mendapat tawaran, saya berkata, 'Saya akan mencobanya.' Saya ingin bisa sehebat David [Coulthard], tapi saya belum mencapainya! Jadi, perjalanan masih panjang, kan? Rasanya mustahil!
"Saat saya mulai mendirikan tim F1, orang-orang bilang, 'Kamu tidak akan pernah berhasil. Tidak ada yang bisa melakukannya - memulai tim F1 yang baru.' Saya pun menjawab, 'Oke, akan saya buktikan!' Jadi, menurut saya, mendirikan tim F1 itu lebih mudah daripada menjadi sehebat David di televisi."
















