Bos F1 Optimistis Max Verstappen akan Bertahan di Kejuaraan
Masa depan Max Verstappen di Formula 1 terus menjadi topik pembicaraan hangat di paddock.

Presiden sekaligus CEO Formula 1, Stefano Domenicali, angkat bicara mengenai masa depan Max Verstappen yang masih belum pasti di kejuaraan.
Verstappen menjadi kritikus terbesar regulasi saat ini sejak tahap perencanaan awal, dengan menyoroti berbagai kekurangan - seperti fenomena superclipping dan balapan 'yoyo' - bahkan sebelum mobil benar-benar turun ke trek untuk berkompetisi.
Begitu besarnya ketidaksukaannya terhadap era saat ini, hingga ia berulang kali mengisyaratkan kemungkinan untuk meninggalkan dunia balap (paddock) selamanya jika tidak ada perubahan yang memadai.

Setelah menampung masukan dari pembalap asal Belanda tersebut dan melakukan sejumlah perubahan, baik untuk jangka pendek maupun menengah, Domenicali yakin Verstappen semestinya merasa puas.
"Menurut saya, Max akan sangat senang," ujarnya kepada sejumlah media terpilih. "Saya rasa Max berada dalam situasi di mana ia mencintai Formula 1 dan menyukai masa depannya. Kami sedang mendiskusikan masa depannya serta regulasi untuk masa mendatang.
"Hubungan saya dengannya sangat luar biasa."
Domenicali menambahkan: “Formula 1 cukup besar untuk menjadikannya bagian dari kita, namun tentu saja, dia akan menentukan masa depannya sesuai keinginannya sendiri, dan olahraga ini akan terus melangkah maju.
“Menurut pendapat saya, Max akan tetap bersama kita. Dan saya sangat berharap demikian.”

Opsi Verstappen untuk mendapatkan kursi di tim papan atas F1 tampaknya terbatas jika ia memutuskan pergi dari Red Bull, mengingat McLaren dan Mercedes sama-sama menyatakan telah menutup pintu bagi kemungkinan tersebut dalam waktu dekat.
Keyakinan Domenicali bahwa Verstappen akan tetap berkompetisi di F1 didasarkan pada tanggapan awal dari para pembalap yang telah menjajal perubahan regulasi tahun 2027 melalui simulator; ia menerima laporan bahwa perkembangannya "mengarah ke arah yang tepat" dan telah mendiskusikan masukan tersebut dengan pembalap asal Belanda itu.
Ia menyimpulkan: “Kita tidak boleh lupa bahwa ada sistem tata kelola yang berlaku, di mana untuk mengubah peraturan, tim dan pabrikan harus menyepakati posisi FIA dan kami [FOM].”















