Setelah hanya satu musim membela tim Red Bull Honda World Superbike, Stefan Bradl beralih dari peran pembalap full-time menjadi penguji MotoGP Honda, posisi yang diembannya sampai saat ini.

Sementara hasil sangat mengecewakan untuk proyek Bradl dan satelit Honda WorldSBK yang dirombak menjadi pabrikan penuh untuk 2019, Bradl juga harus mengatasi kehilangan rekan setimnya Nicky Hayden, yang secara tragis kehilangan nyawanya pada Mei 2017 karena kecelakaan sepeda.

"Saya pergi ke WorldSBK dan ini adalah salah satu kesalahan terbesar yang saya buat dalam hidup." kata Bradl pada episode kedua 'Behind the Dream'. "Saya menderita tahun itu seperti orang gila. Pada Mei [2017], Nicky Hayden meninggal karena kecelakaan sepedanya dan saya berada di sana sendirian di tim.

"Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan hidup saya, untuk masa depan. Dan kemudian, saat itu saya mendapat telepon dari Takeo Yokoyama yang mengatakan kepada saya, 'apakah Anda tertarik menjadi test rider Honda di MotoGP?' Saya berkata 'ya, saya sangat tertarik'.

Bradl Cemburu Saat Marc Marquez Tiba di MotoGP

Sementara hubungan mereka mungkin kuat sekarang, Bradl dan Marquez dulunya adalah rival di trek selama musim 2013 dan 14 ketika kedua pebalap membalap untuk Honda.

Bradl, yang saat itu membalap untuk tim satelit LCR Honda, mengaku iri dengan juara dunia delapan kali itu ketika pembalap Spanyol itu bergabung di kelas utama.

Bradl berkata: "Sepuluh tahun yang lalu saya tidak akan datang ke kamar [Marquez] ini, saya akan mengatakan 'alamat yang salah'. Saya cemburu ketika Marc datang ke MotoGP."

"[Dia] jauh lebih cepat." Bradl yang terbuka dan jujur melanjutkan, "Saya tidak punya jawaban, bagaimana saya bisa lebih cepat dari orang ini?"

Bradl, yang menggantikan posisi Marquez sejak MotoGP Italia di Mugello, akan kembali ke peran pengujiannya setelah Marc kembali ke trek awal pekan ini pada tes Misano dua hari.

Meski absen dalam enam balapan terakhir, Marquez tetap menjadi pebalap Honda yang menempati posisi tertinggi di kejuaraan dengan 60 poin, 14 poin lebih banyak dari Takaaki Nakagami .