Marc Marquez Mengenang Momen Paling Memberinya Tekanan di MotoGP

Marc Marquez mengungkapkan balapan MotoGP di mana ia merasakan tekanan terbesar saat pertarungan gelar 2026 memanas.

Marc Marquez names the MotoGP race where pressure was at its highest in his career.
Marc Marquez names the MotoGP race where pressure was at its highest in his career.
© Gold and Goose

Untuk pertama kalinya musim ini, juara bertahan MotoGP Marc Marquez memasuki akhir pekan Grand Prix sebagai pemuncak klasemen.

Posisinya sangat ketat, Marquez memiliki jumlah poin yang sama dengan Jorge Martin, dan ia hanya unggul tie-break berkat jumlah kemenangan Grand Prix yang lebih banyak.

Namun, dengan masih tersisanya delapan seri balapan, Marc Marquez menilai bahwa perebutan gelar juara ini tidak hanya melibatkan dua pembalap saja.

"Poin kami memang sama, tetapi bukan hanya kami berdua yang bersaing. Ada juga Bezzecchi... Menurut saya, selisih poin antara posisi pertama dan ketujuh itu kurang dari 100 poin. Jadi, masih banyak hal yang bisa terjadi."

Marc Marquez, Jorge Martin, 2026 Red Bull Ring MotoGP.
Marc Marquez, Jorge Martin, 2026 Red Bull Ring MotoGP.
© Gold and Goose

Momen 'tekanan terbesar' untuk Marc Marquez di MotoGP

Dalam hal pengalaman memperebutkan gelar, tak satu pun pesaing lain yang bisa menandingi Marquez, yang meraih gelar MotoGP pertamanya - yang pertama dari tujuh gelarnya - saat masih berstatus rookie pada tahun 2013.

Gelar juara tersebut ditentukan dalam pertarungan sengit di seri terakhir di Valencia, saat ia berhadapan dengan Jorge Lorenzo, juara bertahan yang kala itu telah mengoleksi dua gelar juara dunia.

Balapan tersebut tetap menjadi momen di mana Marquez merasa mengalami tekanan terbesar sepanjang kariernya:

“Saya akan menyebut Valencia 2013, saat saya berjuang meraih gelar Juara Dunia MotoGP pertama saya melawan Lorenzo.

“Finis di posisi empat besar mungkin terlihat mudah, tetapi sebenarnya sulit. Valencia, balapan terakhir, cuaca dingin... Hari Minggu itu sungguh berat.”

Marc Marquez, Valencia 2013.
Marc Marquez, Valencia 2013.
© Gold and Goose

Lorenzo mencoba meningkatkan tekanan terhadap Marquez dengan mengambil alih posisi terdepan lalu memperlambat laju balapan, tapi usahanya sia-sia.

Mungkin menjadi pertanda buruk bagi para pesaingnya di tahun 2026, Marquez menambahkan: "Tapi biasanya, saya justru menyukai tekanan ekstra itu. Saya merasa nyaman, dan hal itu memberikan saya konsentrasi tambahan."

Pembalap 33 tahun itu menegaskan bahwa memimpin klasemen tidak banyak mengubah pendekatannya akhir pekan ini.

"Kami berada dalam situasi yang baru, namun juga sama. Maksud saya, bagi saya, memimpin kejuaraan ataupun tertinggal dengan selisih poin yang tipis itu situasinya sangat mirip," ujarnya.

"Pendekatannya tetap sama, dan tentu saja, di setiap balapan kami akan berusaha memberikan kemampuan terbaik kami sepenuhnya."

2026 MotoGP title fight after Misano GP (top 8 riders).
2026 MotoGP title fight after Misano GP (top 8 riders).
© Peter McLaren

Marquez menyapu bersih kemenangan ganda di Red Bull Ring musim lalu, sementara Ducati telah memenangkan sepuluh dari 12 balapan terakhir di Spielberg.

"Tentu saja, ini adalah trek di mana performa Ducati biasanya sangat, sangat bagus. Tahun lalu saya sangat menikmati lintasan ini, tetapi sebenarnya tahun lalu saya menikmati banyak lintasan!" ujarnya.

Setelah sebelumnya membahas pentingnya tahu kapan harus menyerang dan kapan harus bertahan, Marquez menganggap akhir pekan ini sebagai momen untuk "dinikmati".

"Kami sedang berada dalam situasi yang bagus. Memang benar setiap balapan itu berbeda, tetapi saat ini saya mulai bisa menikmatinya, dan itulah hal terpenting bagi saya.

"Saya tahu saya akan menghadapi kesulitan di beberapa balapan, namun perlahan-lahan - seiring berjalannya waktu dan balapan demi balapan - saya menemukan cara untuk menyesuaikan gaya balap saya dengan kebutuhan motor."

“Kami sedang mengubah beberapa hal, dan perlahan-lahan saya merasa semakin baik. Kita lihat saja apakah kami bisa mempertahankan performa yang sama akhir pekan ini.”

Marc Marquez, world champion, Valencia 2013.
Marc Marquez, world champion, Valencia 2013.
© Gold and Goose