Marc Marquez Mendapat "Hadiah Manis" dari Rivalnya di Misano

Marc Marquez telah menghapus defisit 102 poin untuk mengambil alih posisi puncak klasemen kejuaraan MotoGP.

Marc Marquez completes 102-point MotoGP turnaround to take title lead
Marc Marquez completes 102-point MotoGP turnaround to take title lead
© Gold and Goose

Kemenangan ganda di Misano melengkapi kebangkitan luar biasa Marc Marquez, yang kini memimpin klasemen MotoGP 2026 untuk pertama kalinya.

Tujuh seri sebelumnya, Marquez kembali ke trek usai menjalani operasi pada seri Italia di Mugello, di mana ia hanya berada di posisi delapan klasemen dan tertinggal 102 poin dari puncak klasemen.

Apakah ia membayangkan akan memimpin klasemen kejuaraan saat tiba di Misano?

"Saya siap untuk membalap [di Mugello], meski tidak dalam kondisi 100%, namun itu juga merupakan cara untuk bersiap, jika ingin memiliki peluang memenangkan balapan," ujar Marc Marquez.

2026 MotoGP title fight after Misano GP (top 8 riders).
2026 MotoGP title fight after Misano GP (top 8 riders).
© Peter McLaren

"Rival memberi saya hadiah"

“Saya tidak memikirkan soal kejuaraan karena hal itu tidak berada dalam kendali saya.

“Memang benar para rival memberi saya hadiah, dan saat saya menikmati hadiah itu, rasanya sungguh manis.

“Jadi, saya berusaha memaksimalkan potensi dari gaya balap, motor, dan tim saya.”

Marquez meninggalkan Mugello musim ini tanpa satu pun podium hari Minggu, tapi ia memulai kebangkitannya dengan meraih kemenangan ganda pada balapan berikutnya di Balaton Park, satu dari empat akhir pekan dengan kemenangan ganda untuknya sejauh musim ini.

Namun, seperti yang diisyaratkan Marquez, ia juga terbantu oleh berbagai kendala yang merugikan bagi para rival perebut gelar dari tim Aprilia.

Marc Marquez, 2026 Misano MotoGP.
Marc Marquez, 2026 Misano MotoGP.
© Gold and Goose

,Jorge Martin, pemimpin klasemen sejak Assen dan kini memiliki jumlah poin yang sama dengan Marquez, hanya meraih satu kemenangan (Sprint) dalam 18 balapan terakhir.

Sementara itu, rekan setim Martin yang juga pernah memimpin klasemen, Marco Bezzecchi, gagal mencetak poin dalam sepuluh balapan musim ini, termasuk insiden kecelakaan saat memimpin balapan pada lap pembuka di Misano.

Meski demikian, Marquez harus mengatasi penalti dan masalah teknis pada balapan di Buriram, insiden di COTA, Jerez, dan Le Mans, serta menjalani operasi untuk mengatasi masalah saraf yang serius.

"Tahun lalu, saya merasa yakin dan kuat. Jadi, itu adalah kombinasi yang sangat bagus! Tahun ini, tentu saja ketika Anda diliputi keraguan, situasinya menjadi lebih sulit," ujarnya.

"Saat saya bilang 'yakin', itu berarti saya selalu percaya pada diri sendiri, namun terkadang sulit untuk mengambil keputusan tertentu."

Marc Marquez, 2026 Misano MotoGP.
Marc Marquez, 2026 Misano MotoGP.
© Gold and Goose

Keputusan-keputusan tersebut mencakup upaya menjaga kondisi kekuatan bahunya secara cermat sepanjang akhir pekan balapan.

"Seperti saat FP1, jangan memacu motor terlalu keras. Saat sesi warm-up, jangan melahap terlalu banyak putaran. Padahal pembalap lain sedang mengaspal dan Anda pun ingin ikut memacu motor karena merasa, 'Saya kehilangan waktu di sini'," ujarnya.

"Namun pada akhirnya, saya harus menyikapi akhir pekan balapan dengan cara yang berbeda.

"Terkadang dengan pendekatan seperti itu, saya bisa menjadi yang tercepat. Terkadang pembalap lain lebih cepat dari saya. Namun, saya selalu berusaha mencapai batas kemampuan maksimal saya."

"Namun tetap saling menghormati"

Meskipun Misano adalah sirkuit dengan arah putaran searah jarum jam yang paling sukses bagi Marquez, ia kerap mendapatkan sambutan dingin dari para penggemar tuan rumah.

"Akhir pekan ini, saya merasa hubungan dengan Tifosi berjalan baik," ujarnya. "Pada akhirnya, yang kita butuhkan di dunia balap motor adalah dukungan bagi para pembalap Italia - di mana setiap orang mendukung pembalap atau pahlawan mereka masing-masing - namun tetap saling menghormati satu sama lain."