Kesalahan Perhitungan, Colton Herta Gagal Penuhi Poin Superlicense F1

Colton Herta masih kekurangan satu poin untuk memenuhi ambang batas 40 poin yang disyaratkan guna memperoleh Superlicense FIA, yang dibutuhkan untuk memulai debutnya di Formula 1.
Pada hari Jumat di Grand Prix Mexico City, Cadillac menurunkan Herta untuk sesi latihan bebas pertama (FP1) - penampilan kelimanya musim ini - dengan keyakinan bahwa kesempatan tersebut akan memberinya poin terakhir yang ia perlukan untuk mendapatkan superlisensi.
Namun, investigasi oleh FIA selaku badan pengatur F1, mengungkapkan pembalap asal Amerika yang memenangi sembilan balapan IndyCar tersebut sebenarnya kekurangan satu poin.
Kebingungan ini disebabkan oleh kesalahan fatal dalam publikasi klasemen IndyCar, yang menempatkan Herta di posisi keenam dalam kejuaraan pembalap tahun lalu.

Herta mengakhiri musim 2025 dengan jumlah poin yang sama dengan Felix Rosenqvist. Ia sempat ditempatkan di posisi yang lebih tinggi, yang merupakan sebuah kekeliruan mengingat Rosenqvist lebih banyak meraih posisi finis kedua dan seharusnya berada di atas Herta berdasarkan perhitungan ulang hasil balapan.
Kesalahan ini baru diketahui oleh pihak IndyCar setelah disampaikan oleh seorang reporter awal pekan ini. Menindaklanjuti hal tersebut, pihak penyelenggara memperbarui klasemen kejuaraan dan menempatkan Herta di posisi ketujuh.
Posisi ke-6 dalam klasemen seharusnya memberikan Herta enam poin untuk lisensi balap (superlicence) miliknya, namun setelah secara resmi ditempatkan di posisi ke-7, FIA mengonfirmasi bahwa ia hanya mengumpulkan 39 poin.
Oleh karena itu, Herta harus mengikuti sesi latihan tambahan untuk mendapatkan lisensinya, yang merupakan syarat untuk bisa berlaga di F1.
"Pemegang superlicence yang hanya diperbolehkan mengikuti sesi latihan bebas (Free Practice) akan mendapatkan satu poin tambahan untuk setiap ajang Kejuaraan Dunia Formula 1 FIA, setelah berhasil menempuh jarak setidaknya 100 km dalam sesi latihan bebas, dengan ketentuan tidak ada poin penalti yang dijatuhkan," demikian bunyi peraturan International Sporting Code.

"Jumlah maksimum 10 poin tambahan dapat dipertimbangkan untuk pengajuan Superlicence. Poin yang diberikan ini akan dihitung sebagai tambahan di luar hasil-hasil olahraga yang bersangkutan - yang dihitung berdasarkan Pasal 13.1.5 - serta tidak bergantung pada tahun kalender saat Free Practice tersebut dijalani."
Masih ada empat kesempatan lagi bagi Cadillac untuk menurunkan Herta pada Free Practice 1 guna memenuhi persyaratan terakhir yang belum ia penuhi.
Kemungkinan besar Cadillac akan melakukannya pada Grand Prix Sao Paulo akhir pekan depan, atau di Las Vegas dua pekan setelahnya.
Sementara itu, status dua putaran terakhir di Qatar dan Abu Dhabi masih belum pasti di tengah situasi yang tidak menentu di Timur Tengah akibat konflik yang sedang berlangsung.
Jika poin Superlincense Herta telah terpenuhi, itu akan membantu tim Amerika jika mereka ingin menempatkannya di kursi yang saat ini diisi Valtteri Bottas tahun depan.
Mengenai performa Bottas, kepala tim Cadillac, Marcin Budkowski, mengatakan kepada Sky Sports F1: “Dia menjalani balapan yang sangat bagus di Austin. Dia tampil kuat saat kualifikasi maupun saat balapan. Itulah yang perlu dia lakukan, di setiap balapan.”
Sementara itu, Sergio Perez telah mendapatkan perpanjangan kontrak dengan Cadillac hingga akhir dekade ini.
















