Kenapa Safety Car Tidak Muncul saat Insiden Bottas di GP Azerbaijan?
FIA menjelaskan kenapa Safety Car tidak dikerahkan saat Valtteri Bottas mengalami kecelakaan pada akhir Grand Prix Azerbaijan.

FIA, badan pengatur Formula 1, telah memberikan penjelasan mengenai alasan kenapa Safety Car tidak keluar saat Valtteri Bottas mengalami kecelakaan menjelang akhir Grand Prix Azerbaijan.
Bottas sedang berada di posisi terakhir saat menabrak pembatas di Tikungan 15, yang menyebabkan mobilnya yang rusak parah tertahan di lintasan.
Alih-alih menggunakan Safety Car atau Virtual Safety Car, FIA memutuskan untuk menangani insiden tersebut dengan mengibarkan bendera kuning ganda.
Para pembalap melewati lokasi kecelakaan Bottas saat menuju garis finis, termasuk pemimpin balapan George Russell dan Max Verstappen, yang terlibat dalam duel sengit untuk kemenangan dengan drag race menuju garis finis.
Russell berhasil menahan laju Verstappen untuk meraih kemenangan dengan selisih hanya 0,196 detik, dengan dikibarkannya bendera hijau setelah melewati mobil Bottass yang rusak memungkinkan keduanya untuk menciptakan finis terdekat di F1 sejak Grand Prix Austria 2002.

Tidak adanya Safety Car ataupun VSC mengejutkan banyak penggemar dan memunculkan pertanyaan seputar aspek keselamatan.
Seorang juru bicara FIA mengatakan kepada Crash.net bahwa Race Director F1 memutuskan untuk membiarkan para pembalap terus memacu kendaraan hingga garis finis karena mereka dapat memotong apex di Tikungan 15.
Selain itu, karakteristik tikungan yang lambat membuat "insiden terisolasi" tersebut dapat "ditangani dengan baik melalui penerapan bendera kuning ganda".
Superclipping membuat bingung sistem mobil
Bottas mengatakan bahwa masalah teknis pada mobil Cadillac-nya - yang membuat sistem mobil menjadi "bingung" - pada akhirnya menyebabkan kecelakaan yang dialaminya di lap terakhir.
"Kejadiannya cukup aneh. Saya sempat keluar jalur di tikungan pertama pada lap yang sama, jadi menurut saya sistemnya jadi agak bingung," jelas pembalap asal Finlandia itu.
"Saya sempat mengalami selip hebat - seperti meluncur tak terkendali sejauh 100 meter - dan setelah itu kemungkinan hanya rem depan yang berfungsi. Jadi, kondisinya seolah-olah sistem tidak lagi melakukan pemanenan energi (regenerative braking) pada roda belakang."

Bottas juga lolos dari hukuman karena tetap berada di dekat mobilnya setelah insiden tersebut, hal yang sempat diselidiki oleh Steward
"Pembalap menjelaskan bahwa setelah insiden, ia keluar dari mobil, memasang kembali setir, dan bergerak ke bagian belakang mobil untuk memastikan apakah ada masalah teknis yang mungkin berkontribusi terhadap insiden tersebut. Memang, Bottas menyebutkan dalam sidang bahwa ia meyakini dirinya mengalami kegagalan rem belakang," demikian bunyi keputusan Steward.
"Para Steward mencatat bahwa pembalap tetap berada di dekat mobil untuk waktu yang relatif lama, alih-alih segera berpindah ke tempat yang aman.
"Dalam sidang, pembalap mengakui bahwa ia sebenarnya bisa meninggalkan area tersebut lebih cepat dan menegaskan bahwa, dalam situasi serupa di masa mendatang, ia akan berupaya untuk melakukannya.
"Para Steward mempertimbangkan apakah tindakan pembalap tersebut merupakan tindakan yang tidak aman atau kegagalan untuk mengambil langkah wajar, yang mengakibatkan situasi tidak aman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12.2.1.h Kode Olahraga Internasional FIA.
“Setelah mempertimbangkan situasi yang ada, termasuk posisi mobil dan kondisi lintasan saat itu, para Steward menyimpulkan bahwa situasi tersebut tidak menimbulkan tingkat bahaya yang signifikan. Steward juga menerima penjelasan pembalap serta komitmennya untuk meninggalkan lintasan dengan lebih cepat dalam situasi serupa di masa mendatang.
“Oleh karena itu, para Steward memutuskan bahwa tidak diperlukan tindakan lebih lanjut.”
















