Pembalap KTM Khawatir dengan Alokasi Mesin untuk Sisa Musim 2026
Brad Binder mengakui adanya kekhawatiran mengenai kemampuannya menyelesaikan musim dengan alokasi mesin saat ini.

Brad Binder dari KTM mengaku bahwa mengelola alokasi mesin MotoGP miliknya untuk sisa musim 2026 agak rumit setelah serangkaian masalah teknis yang terjadi.
Pabrikan asal Austria tersebut menghadapi sejumlah masalah pada mesin RC16 di awal musim 2026.
Hal ini mendorong KTM untuk membatasi putaran mesin yang dapat digunakan pembalapnya, sembari memohon kepada asosiasi pabrikan agar segel mesin mereka dibuka demi mengatasi masalah tersebut.
Permohonan itu akhirnya dikabulkan, dan solusi perbaikan pun kini telah diterapkan.

Tapi, akibat masalah-masalah tersebut, seluruh pembalap KTM telah kehilangan setidaknya satu mesin dari jatah mereka. Dua mesin milik Pedro Acosta telah ditarik dari penggunaan, sementara Brad Binder kehilangan tiga mesin.
Berdasarkan regulasi saat ini, pembalap KTM diizinkan memakai delapan mesin, meskipun yang terakhir baru bisa dimasukkan ke dalam jatah mereka pada putaran ke-19 musim ini.
Menjelang putaran ke-13 di Aragon akhir pekan ini, Binder hanya memiliki satu mesin baru yang tersisa dalam alokasinya sebelum mencapai tahap tersebut.
Mesin dua dari jatahnya telah digunakan pada 11 putaran, sedangkan unit lima telah digunakan pada empat putaran dan unit enam pada tiga putaran.
Berbicara pada hari Kamis di Aragon, Binder mengakui bahwa dia “harus bekerja dengan baik” pada mesin yang tersisa untuk mencapai akhir musim.

"Saya belum terlalu banyak bicara dengan mereka," ujarnya saat ditanya apakah ia akan mendapatkan tambahan tenaga mesin setelah KTM menerapkan perbaikan tersebut.
"Mereka bilang sudah memperbaiki masalah yang ada di sana. Jadi, ya, saya rasa kondisinya akan baik-baik saja sekarang; satu-satunya masalah bagi saya adalah saya sudah kehilangan begitu banyak poin.
“Saya harus memperlakukan mesin-mesin itu dengan baik, tapi ya begitulah adanya; pada akhirnya, itu memang bagian dari dunia balap.
“Jadi, kita seharusnya bisa bertahan sampai akhir tahun, asalkan tidak ada masalah tak terduga.”
Saat didesak lebih lanjut mengenai perbaikan pada mesin KTM, Binder menambahkan: “Sejujurnya, saya belum begitu yakin saat ini.
“Saya belum sempat rapat dengan tim; saya hanya tahu mereka bilang sudah mengubah apa pun yang sebelumnya menyebabkan mesin mereka jebol.
“Yah, menurut saya tetap tidak ada jaminan kita bisa bertahan sepanjang musim karena kita sudah kehilangan begitu banyak mesin di awal, jadi situasinya mungkin akan agak sulit. Kita lihat saja nanti.”
Penalti dari penggunaan mesin di luar alokasi yang ditentukan bergantung pada kapan unit mesin tersebut mulai digunakan.
Jika mesin tersebut dipasang sebelum Sprint Race, pembalap yang melanggar aturan harus memulai kedua balapan dari pitlane.
Jika mesin dipasang sebelum Grand Prix, pembalap harus memulai balapan tersebut serta Sprint Race pada putaran berikutnya dari pit.
Penalti waktu 25 detik akan diberikan dalam balapan flag-to-flag jika motor yang digunakan pembalap setelah pit-stop ternyata dilengkapi mesin di luar alokasi yang diizinkan.
















