Marc Marquez Santai dengan Cuplikan yang Mengungkap Kondisi Cederanya
Marc Marquez "tidak marah" dengan rekaman Ducati MotoGP yang mengungkap kondisi cederanya.

Marc Marquez menegaskan bahwa ia "tidak marah" karena cuplikan yang diberikan Ducati mengenai tidak adanya kendali dengan lengannya di Silverstone, yang akhirnya mengungkap seberapa parah tingkat cedera lengannya.
Setelah meraih kemenangan ganda di Aragon, juara dunia sembilan kali yang berstatus juara bertahan itu mengejutkan publik dengan mengunggah foto di pusat kebugaran yang memperlihatkan penyusutan otot serta bekas luka pada lengan dan bahu kanannya, yang sudah berulang kali mengalami cedera.
Beberapa hari kemudian, dokter bedah Marquez, Samuel Antuña, menjelaskan dampak cedera tersebut dalam sebuah wawancara mendalam dengan El Periódico:
"Masalah terbesar [Marquez] adalah hilangnya kekuatan otot bisep [akibat kecelakaan di Indonesia tahun 2025]... Ungkapan bahwa Marc saat ini membalap dengan 'satu setengah lengan' secara akurat menggambarkan kondisi lengannya yang sebelah kanan saat ini."

"Aku tidak marah"
Mengunggah foto tersebut dan memberikan izin kepada dokternya untuk berbicara secara terbuka mengenai kondisinya merupakan perubahan besar dari sikap Marquez yang biasanya cenderung menutupi kondisi cederanya.
Pemicunya adalah tayangan seri YouTube *Inside Ducati* edisi Silverstone, yang memperlihatkan Marquez berkata kepada timnya: "Saya berisiko mengalami kecelakaan. Saya tidak memiliki kendali atas lengan kanan saya."
Marc Marquez mengatakan pada hari Kamis di Misano: “Di Silverstone, saya tidak berbicara [kepada media] soal kondisi lengan saya. Namun, Ducati kemudian melakukan tugas mereka, dan dalam video Inside Ducati, saya memang membahas soal lengan tersebut.
“Saya dengar ada kabar bahwa saya marah [karena hal itu ditayangkan]. Tidak, saya tidak marah, karena itu adalah konten yang sangat disukai para penggemar.
“Namun, di Aragon, pertanyaan-pertanyaan mengenai kondisi lengan saya kembali muncul.
“Saya sudah lelah menjawabnya, dan setelah GP tersebut, saya berkata kepada tim saya bahwa saya ingin mencari solusinya.

“Saya menemukan cara yang tepat [melalui foto dan wawancara] itu. Karena itu adalah ide saya sendiri. [Tim manajemen saya] memang selalu memberikan masukan, tetapi ini adalah hal yang bersifat pribadi.
“Itu adalah cara terbaik untuk mengakhiri segala tanda tanya.
“Kondisi fisik saya memang seperti ini adanya. Meski begitu, saya tetap menikmatinya. Saya masih merasa kompetitif. Dengan kemampuan yang saya miliki, saya berusaha memberikan yang terbaik setiap akhir pekan."
Meskipun foto tersebut memperlihatkan dampak nyata dari tujuh kali operasi - yang terakhir dilakukan pada bulan Mei - terhadap lengan dan bahu kanannya, Marquez, yang memperbarui kontraknya dengan Ducati hingga akhir tahun 2028, menegaskan bahwa balapan tetap menjadi pilihan dan hasratnya.
"Marc yang terbaik adalah Marc saat berusia 20 tahun namun dengan pengalaman yang dimilikinya sekarang! Tapi itu mustahil," ujar Marquez.
"Kini, dengan situasi yang saya hadapi, saya mengerahkan jauh lebih banyak usaha untuk bisa bertahan di MotoGP.
“Karena para pembalap muda, dan pembalap lain yang akan datang, semuanya sangat cepat.
“Jadi, saya harus bekerja lebih keras untuk mencapai apa yang saya inginkan, yaitu meraih kemenangan. Dulu, hal itu terasa seperti naluri alami.
“Namun, keputusan untuk terus membalap adalah keputusan saya sendiri. Tidak ada yang menodongkan pisau [ke leher saya] dan berkata, 'Kamu harus balapan!'
“Saat ini saya masih cukup kompetitif, saya menikmatinya… Saya akan berusaha menikmati hasrat saya.”
Terlepas dari kondisi fisiknya saat ini, tidak diragukan lagi bahwa Marquez tetap kompetitif.
Pembalap Spanyol itu telah meraih 9 kemenangan tahun ini - empat di Grand Prix - dan secara matematis berpeluang memuncaki klasemen MotoGP untuk pertama kalinya musim ini di Misano.















