Bagnaia "Tidak Terkejut" dengan Kecelakaanya di GP Indonesia
Francesco Bagnaia mengatakan bahwa kecelakaan yang membuatnya tersingkir dari GP Indonesia tidak mengejutkannya.

Pecco Bagnaia mengaku setelah mengalami kecelakaan pada Grand Prix Indonesia hari Minggu lalu, dan mengatakan bahwa "kemunduran yang kami alami dua tahun terakhir terasa begitu nyata”.
Pembalap Ducati tersebut tampak telah mencapai sedikit kemajuan di Mandalika, dengan berhasil lolos langsung ke Q2 untuk pertama kalinya sejak Grand Prix Belanda pada bulan Juni.
Namun, ia hanya menempati posisi kedelapan pada Sprint Race, sebelum akhirnya terjatuh pada lap keenam dalam balapan utama (Grand Prix).
Bagnaia mengungkapkkan bahwa ia tidak mendapatkan grip maupun feeling dari motornya, dan terjatuh saat berusaha mengejar Luca Marini untuk meningkatkan tekanan ban depan.

“Saya baru saja terjatuh,” ujar Bagnaia kepada media, termasuk Crash, hari Minggu lalu. “Tidak ada grip, tidak ada feeling dengan motor, dan saya pun terjatuh. Begitu saja.
“Saya tidak terkejut. Saat itu saya melambat dan berusaha mengejar Luca untuk meningkatkan tekanan ban depan.
“Namun, saya memaksakan motor terlalu keras pada saat itu; motor tidak mampu menopang saya. Akhirnya, saya terjatuh.”
“Tidak lagi memiliki koneksi dengan gas”
Bagnaia mengatakan kepada Sky Italy bahwa masalah grip ban belakang yang ia alami pada motor Ducati-nya terasa jauh lebih parah di Mandalika.
"Ya, sayangnya, kemunduran yang kami alami dalam dua tahun terakhir ini terasa sangat nyata di lintasan ini, di mana Anda membutuhkan kecepatan dan grip," tambahnya.
"Kami tidak lagi memiliki koneksi yang baik dengan gas, dan di lintasan seperti ini, hal itu benar-benar terlihat jelas, sayangnya.
"Dalam kasus saya, masalahnya adalah kurangnya grip. Saya tidak tahu bagaimana dengan pembalap lain, tetapi secara umum, lintasan ini memang tidak menawarkan cengkeraman yang optimal, terutama saat menggunakan jenis ban seperti ini.
“Di sini, Anda sangat membutuhkan dukungan dari bagian belakang motor, dan sayangnya, jika dukungan itu tidak ada, Anda akan semakin kesulitan.
“Berdasarkan data, secara umum tampaknya pembalap Ducati lainnya memiliki cengkeraman yang sedikit lebih baik, meskipun kondisi mereka pun sebenarnya belum bisa dikatakan ideal.”
Akhir pekan Indonesia menjadi tantangan sulit bagi para pembalap Ducati, dengan Marc Marquez sebagai penampil terbaik mereka yang finis di posisi keenam.
Namun, sempat terlihat kilasan kecepatan yang menjanjikan; Fabio Di Giannantonio menempati posisi ketiga dalam kualifikasi, sementara Marquez berhasil memenangkan Sprint Race yang berlangsung dramatis.
















