Marc Marquez Tak Ingin Memakai Media untuk Hancurkan Rival

Marc Marquez memilih untuk tidak menggunakan salah satu 'kekuatannya' untuk menjatuhkan rival.

Marc Marquez, Ducati Corse, 2026 Japanese MotoGP
Marc Marquez, Ducati Corse, 2026 Japanese MotoGP
© Gold and Goose

Juara MotoGP Marc Marquez telah berjanji untuk "tidak akan pernah menggunakan kekuatan media" guna menyerang orang lain.

Marquez, tentu saja, menjadi bagian dari badai pemberitaan sengit yang bermula di Sepang pada tahun 2015, saat Valentino Rossi melontarkan tuduhan bahwa Marquez sengaja berupaya membantu Jorge Lorenzo mengalahkan dirinya dalam perebutan gelar juara MotoGP tahun tersebut.

Tuduhan-tuduhan itulah yang membuat Marquez memberikan perlawanan keras ke Rossi dalam balapan di Sepang beberapa hari kemudian, hingga akhirnya terjadi kontak di antara keduanya - yang dipicu oleh Rossi - dan menyebabkan Marquez terjatuh serta gagal melanjutkan balapan.

Rossi menerima poin penalti pada lisensinya akibat insiden dalam balapan tersebut. Akumulasi poin ini membuatnya harus memulai balapan dari posisi paling belakang pada putaran final di Valencia, sementara Lorenzo mengawali balapan dari pole. 

Rossi berhasil kembali ke posisi keempat, namun dengan Lorenzo yang menempati podium tertinggi, gelar juara pun lepas dari genggamannya.

Marc Marquez, Alex Marquez, Fabio di Giannantonio, 2026 Australian MotoGP.
Marc Marquez, Alex Marquez, Fabio di Giannantonio, 2026 Australian MotoGP.
© Gold and Goose

Secara umum, Marquez menjadi korban dari perseteruan yang bermula pada tahun 2015, setidaknya dalam pemberitaan media. Sebagai contoh, ia sempat menawarkan jabat tangan kepada Rossi dalam sebuah konferensi pers pada tahun 2018, namun tawaran tersebut ditolak.

Penolakan itu terjadi setelah Rossi kembali melancarkan kritik menyusul insiden senggolan antara keduanya - kali ini dipicu oleh Marquez - di Argentina pada tahun yang sama, yang mengakibatkan pembalap tim pabrikan Yamaha tersebut terjatuh.

Rossi pensiun enam tahun setelah insiden Sepang yang memicu badai pemberitaan media yang mungkin paling parah. Namun, bahkan setelah pensiun pun, ia masih membahas peristiwa tersebut - yang menurutnya telah menggagalkan upayanya meraih gelar ke-10.

Baik Rossi maupun Marquez telah membangun reputasi sepanjang karier mereka berkat ketangguhan mental yang mereka miliki - bukan sekadar kemampuan untuk menahan tekanan dari pihak lain, melainkan juga kepiawaian dalam memengaruhi mentalitas para pesaing mereka.

Namun, Marquez berpendapat bahwa meskipun media bisa menjadi sarana yang efektif untuk kepentingan pribadi, media tidak seharusnya digunakan untuk menjatuhkan orang lain.

“Tentu saja, jika Anda memiliki kekuatan tersebut, itu karena Anda telah melakukan berbagai hal dengan cara yang baik di masa lalu, bukan di masa sekarang,” ujar Marc Marquez dalam sebuah wawancara dengan Autosport.

“Namun, saya tidak akan pernah menggunakan kekuatan media untuk melawan siapa pun.

“Mungkin saya akan memanfaatkannya untuk kepentingan saya sendiri - bukan dalam artian keuntungan mental atau ekonomi -  melainkan sekadar untuk kepentingan saya pribadi, agar bisa tetap tenang.

“Tetapi, tidak akan pernah untuk melawan orang lain.”

Marc Marquez, 2026 Australian MotoGP.
Marc Marquez, 2026 Australian MotoGP.
© Gold and Goose

Wawancara tersebut diterbitkan pada 22 Oktober, beberapa hari sebelum Marquez memenangkan MotoGP Sprint di Australia. Ia dan Jorge Martin sempat bersaing sengit selama beberapa putaran, namun pembalap Aprilia itu akhirnya terjatuh di tikungan kedelapan dan mengalami patah pergelangan tangan.

Hasil ini membuat Martin bertolak ke Malaysia akhir pekan ini dengan kondisi fisik yang diragukan, serta tertinggal 10 poin dari Marquez.