Beban Pembalap Makin Tinggi, Marc Marquez Pensiun Lebih Awal dari MotoGP?

Marc Marquez bisa saja meninggalkan MotoGP setahun lebih awal; peringatan tersebut disampaikan oleh manajer veteran Carlo Pernat.

Marc Marquez, qualifying, 2026 Malaysian MotoGP.
Marc Marquez, qualifying, 2026 Malaysian MotoGP.
© Gold and Goose

Veteran paddock MotoGP, Carlo Pernat, memperingatkan bahwa Marc Marquez bisa saja meninggalkan ajang tersebut setahun lebih awal karena tekanan yang semakin besar terhadap para pembalap.

Pernat telah berkecimpung di dunia balap selama beberapa dekade; ia bekerja untuk Gilera sejak 1979, kemudian berlanjut ke Cagiva dan Aprilia, baik di ajang motocross maupun balap sirkuit. Yang terbaru, ia menjadi manajer bagi sejumlah pembalap di paddock MotoGP, seperti Marco Simoncelli, Tony Arbolino, dan Enea Bastianini.

Oleh karena itu, ia telah menyaksikan hampir seluruh perjalanan karier Marc Marquez dari dekat. Ia merasa bahwa kemenangan pembalap asal Spanyol itu di Grand Prix Malaysia secara efektif telah memberinya gelar juara dunia yang ke-10, meskipun secara matematis hal tersebut belum sepenuhnya dipastikan.

“Marc [Marquez] benar-benar memberikan pukulan yang hampir telak dalam perebutan gelar juara dunia,” ujar Pernat dalam dalam segmen Fast Show di GPOne, yang ditayangkan setelah gelaran di Sepang.

“Bagi mereka yang tidak paham, saya tidak punya keraguan - sebenarnya saya hampir tidak pernah punya keraguan - dia ini terus terang adalah seorang Martian (makhluk dari Mars). Seorang Martian yang tiba dengan pesawat luar angkasa yang indah dan memperlihatkan berbagai hal yang luar biasa.

“Selama dia ada di sini, dia akan menang; lalu, dia akan pergi dengan pesawat luar angkasanya.”

Marc Marquez, 2026 MotoGP Malaysian Grand Prix. Credit: Gold and Goose.
Marc Marquez, 2026 MotoGP Malaysian Grand Prix. Credit: Gold and Goose.
© Gold & Goose

Pernat melanjutkan dengan mengatakan bahwa ia yakin Marquez - yang kontraknya dengan Ducati berlaku hingga akhir 2028 - akan meninggalkan MotoGP pada akhir musim depan. 

Hal ini dikarenakan tuntutan yang dibebankan kepada para pembalap oleh pemilik baru MotoGP, Liberty Media, dinilai berdampak negatif terhadap kualitas hidup mereka.

Bagi pembalap seperti Marquez, yang sepanjang 14 tahun kariernya di MotoGP selalu menjadi pembalap tim pabrikan dan telah menorehkan sejarah tersendiri dalam ajang balap Grand Prix, terus berkompetisi di tengah tuntutan yang kian meningkat terasa semakin tidak masuk akal. 

Terlebih lagi jika mempertimbangkan trauma fisik yang telah dialami tubuhnya, khususnya sejak tahun 2020.

“Dia mungkin akan pergi,” ujar Pernat. “Menurut saya, dia akan menjalani satu tahun lagi, tahun depan, karena jelas dia memiliki kontrak.

Marc Marquez, Ducati Corse, 2026 Malaysian MotoGP
Marc Marquez, Ducati Corse, 2026 Malaysian MotoGP
© Gold and Goose

“Namun, dengan segala hal yang terjadi terkait kepemilikan baru MotoGP oleh Liberty Media, sejujurnya menurut saya Marc termasuk salah satu orang yang ingin menyingkirkan gangguan-gangguan tersebut.

“Anda bisa melihat bahwa ia mulai berperan sebagai sosok pemimpin bagi para pembalap dalam berbagai aspek.

“Ia ingin mencapai masa pensiun dari dunia balap motor - dalam satu atau dua tahun ke depan - dalam kondisi yang sehat.

“Dengan semua aturan baru yang diperkenalkan—sesi latihan pada hari Jumat dan Sabtu, serta 44 kali balapan - Marc menyadari bahwa kehidupan sebagai pembalap kini tidak lagi menyenangkan. Ini adalah kehidupan yang mengasingkan diri, sekaligus sangat berbahaya, baik dari sisi fisik maupun mental.”