Bottas Lolos dari Cedera Serius usai Kecelakaan Mengerikan GP Meksiko
Valtteri Bottas mengalami kecelakaan parah yang sempat menginterupsi F1 GP Meksiko.

Pembalap Cadillac, Valtteri Bottas, terhindar dari cedera serius dalam sebuah kecelakaan mengerikan yang menyebabkan Grand Prix Mexico City dihentikan.
Bottas melintir dalam posisi mundur hingga menabrak pembatas di Tikungan 1 dengan kecepatan tinggi, setelah suspensi depan sebelah kiri pada mobil Cadillac-nya tiba-tiba mengalami kerusakan tanpa peringatan pada putaran ke-45.
Insiden tersebut menyebabkan balapan dihentikan dengan pengibaran bendera merah agar perbaikan pembatas dapat dilakukan.
Bottas terlihat tetap berada di dalam kokpit untuk beberapa saat sembari berbicara dengan tim medis.
Pembalap Finlandia itu berjalan meninggalkan lokasi kecelakaan tanpa bantuan, namun ia tetap dibawa ke pusat medis untuk pemeriksaan lebih lanjut sebagai langkah pencegahan.
Setelah sebelumnya mengonfirmasi bahwa Bottas “memberikan respons” melalui radio, pihak Cadillac kemudian mengungkapkan bahwa VB diizinkan pergi dan dalam kondisi baik-baik saja.
“Dia telah dibebaskan dari semua kewajiban media pasca-balapan, termasuk sesi wawancara televisi maupun dengan media cetak/tertulis,” tambah pernyataan dari tim Cadillac.
“Tim akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden yang terjadi di lintasan.”
Bottas dikabarkan hanya mengalami memar di bagian lutut.
Pria berusia 37 tahun itu meluapkan kemarahan dan rasa frustrasinya atas insiden tersebut melalui radio tim.
Saat ditanya oleh Cadillac apakah ia baik-baik saja setelah kecelakaan itu, Bottas menjawab: “Tidak, sial!”
Bottas tengah berjuang untuk mempertahankan kursinya di tim Cadillac untuk musim 2027, dengan Colton Herta menjadi salah satu kandidat yang dipertimbangkan oleh tim asal Amerika tersebut sebagai penggantinya.
Sergio Perez, yang telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan Cadillac hingga akhir dekade ini, finis di posisi ke-16 dalam balapan kandang yang diwarnai berbagai kendala.
















