Mercedes Waspadai Pertarungan Lebih Intens di Paruh Kedua F1 2026
Mercedes sempat menjadi kekuatan dominan di musim F1 2026, namun belakangan ini keunggulan mereka mulai terpangkas.

Deputy Technical Director Mercedes, Simone Resta, memperingatkan bahwa timnya akan menghadapi pertarungan yang "lebih sengit" dalam upaya meraih gelar juara Formula 1 saat musim kembali berlanjut di Zandvoort.
Menjelang jeda musim panas, dominasi Mercedes benar-benar telah berakhir, dengan lima pembalap berbeda meraih kemenangan sebelum jeda bulan Agustus. Daftar pemenang tersebut memang masih mencakup George Russell dan pemimpin klasemen Andrea Kimi Antonelli, tetapi kemenangan juga diraih duo Ferrari - Lewis Hamilton dan Charles Leclerc - serta juara bertahan F1, Lando Norris dari McLaren.
Setelah kesulitan sepanjang era ground effect, Mercedes kembali jadi tim teratas dengan mendominasi paruh pertama dari musim perubahan regulasi musim 2026. Mereka memenangi delapan dari 11 balapan yang telah digelar musim ini, dan baru mengalami kekalahan pertamanya di kualifikasi pada putaran Hungaria.

Namun, masalah reabilitas dan kecepatan balap yang kini kian setara membuat para pesaing di belakang mampu memangkas jarak, sehingga memberikan tekanan besar menjelang paruh kedua musim.
"Saat melihat perjalanan yang telah dilalui tim ini, dan mengingat saya sudah menjadi bagian darinya selama hampir dua tahun, kemajuannya sungguh luar biasa," ujar Resta dalam program radio Nu Silver Arrows milik Mercedes.
"Kami telah melewati beberapa musim yang sulit. Tahun lalu kami membuat langkah maju yang penting, dan tahun ini kami kembali mengambil langkah signifikan lainnya. Semua itu bukanlah sesuatu yang sudah pasti terjadi.
"Saya cenderung melihat sisi positifnya, dan ada banyak hal yang patut disyukuri. Di saat yang sama, musim ini baru berjalan separuh jalan dan masih banyak hal yang harus dicapai. Fokus harus tetap tertuju pada satu balapan demi satu balapan.
"Kita tidak boleh teralihkan oleh poin kejuaraan ataupun pembahasan mengenai gambaran besarnya. Kita hanya perlu memaksimalkan setiap akhir pekan, terus meningkatkan keandalan, menghadirkan peningkatan performa pada mobil, serta terus menggali potensi maksimal dari paket yang kita miliki. Perjalanan masih panjang."

Jelas ini bukan kali pertama Mercedes menikmati keunggulan yang cukup besar menjelang masa jeda kompetisi, apalagi di tengah dominasi 'Silver Arrows' antara tahun 2014 sampai 2020.
Meski bukan bagian dari tim di era tersebut, berkat pengalaman luasnya di F1 bersama Ferrari dan Haas, Resta sangat menyadari bahwa ancaman tersebut justru akan semakin besar saat balapan kembali bergulir.
"Sejarah menunjukkan bahwa peta persaingan kejuaraan selalu berubah setelah jeda musim panas," tambahnya. "Tekanan meningkat bagi tim-tim yang memimpin, namun hal yang sama juga berlaku bagi tim-tim yang sedang berupaya mengejar ketertinggalan.
"Suasana menjadi lebih intens, dan setiap hasil pertandingan memiliki bobot yang lebih besar. Saat itulah kekuatan dan ketangguhan sebuah organisasi benar-benar terlihat.
"Di sinilah tim-tim menunjukkan apakah mereka mampu mengatasi tekanan dan terus tampil prima ketika taruhannya semakin tinggi.
"Saya sangat tertarik untuk menyaksikan bagaimana fase musim ini berlangsung, karena sering kali di sinilah penentuan juara—apakah mereka akan memenangkan gelar atau justru kehilangan peluang tersebut."
















