Palmer Mengenang Momen 'Karma' dengan Alonso di Monza 2017

Jolyon Palmer mengenang insiden senggolan yang ikonik dengan Fernando Alonso di Grand Prix Italia 2017.

Alonso and Palmer came to blows at Monza in 2017
Alonso and Palmer came to blows at Monza in 2017

Mantan pembalap Formula 1, Jolyon Palmer, menceritakan kisah menarik mengenai insiden di Grand Prix Italia 2017 yang membuat Fernando Alonso sangat marah dan sempat viral.

Pembalap Renault, Palmer, dan Alonso - yang saat itu membalap untuk McLaren - bersenggolan di Monza saat berebut posisi di titik pengereman chicane kedua, insiden ini membuat Palmer keluar trek namun tetap berada di depan Alonso.

Alonso sangat geram karena Palmer menolak mengembalikan posisi tersebut, dan ia juga memprotes keputusan Steward yang hanya menjatuhkan penalti lima detik kepada pembalap asal Inggris itu.

Juara dunia dua kali yang sedang naik pitam itu terus-menerus meluapkan kekesalannya terkait insiden dengan Palmer sepanjang sisa balapan melalui serangkaian pesan radio bernada marah yang pada akhirnya menjadi viral.

Alonso was left furious with Palmer
Alonso was left furious with Palmer

Palmer pada akhirnya harus mundur dari balapan, hal yang membuat Alonso sangat senang. Saat diberi tahu mengenai nasib sial rivalnya itu, pembalap asal Spanyol tersebut dengan riang menyebutnya sebagai "karma". Namun, balapan Alonso sore itu juga berakhir lebih awal.

"Hal yang lucu dari kejadian itu adalah, pertama, dia sama sekali tidak memiliki kecepatan di trek lurus. Itu adalah masa puncak McLaren-Honda," ujar Palmer saat mengenang kembali cerita tersebut dalam siniar F1 Nation.

“Saya berusaha menyalipnya - seingat saya, saat itu saya harus memulai balapan dari pit-lane atau semacamnya. Dia jelas bertahan dengan sangat gigih, sampai akhirnya saya berhasil menyejajarkan posisi di sisi luar tikungan, namun kemudian saya memotong *chicane*.

“Menurut saya, dia memaksa saya keluar lintasan. Namun, para Steward saat itu tidak sependapat dan menjatuhkan penalti lima detik kepada saya. Sejujurnya, saya bahkan tidak memedulikannya karena saya berhasil menjauh darinya, melakukan pit-stop, dan kembali ke lintasan di posisi di depannya.

“Momen menyalip Fernando dan terkena penalti lima detik itu hanyalah kejadian kecil dalam balapan saya; saya bahkan sempat melupakannya. Sekitar 15 lap kemudian, saya terpaksa mundur dari balapan akibat masalah hidrolik.

Palmer now works as a pundit for F1
Palmer now works as a pundit for F1

“Jadi, saya keluar dari mobil dan pergi meladeni media - bilang ‘ah, hari yang berat lagi, keandalan mobil buruk’, dan segala macam keluhan itu. Saya lalu mengambil es krim dari kantin. Saat itu Minggu sore, dan saya berpikir, ‘Saya sudah kerja keras, saatnya memanjakan diri.’

“Saya benar-benar sedang asyik menyantap es krim Magnum ketika layar TV di area Renault menyala dan saya mendengar Fernando bertanya, ‘Di mana Palmer?’ Sambil masih mengunyah es krim, saya bereaksi, ‘Apa? Dia benar-benar terpengaruh oleh hal ini?’ Padahal, saya sama sekali tidak peduli soal itu.”

“Saya sulit percaya dia begitu larut dalam situasi itu. Namun, begitulah Fernando Alonso; hal sepele dan tak berarti—sekadar perebutan posisi ke-14—benar-benar membuatnya sangat terusik.”

Saat ditanya apakah ia dan Alonso pernah membahas insiden tersebut, Palmer menjawab: "Tidak. Begini, kami sebenarnya sudah menjalani rapat pembalap yang berlangsung sekitar satu jam di Monza karena dia sempat memaksa saya keluar lintasan di Belgia pada pekan sebelumnya.

"Saat itu suasananya cukup heboh. Semua pembalap hadir, dan situasinya jadi seperti kubu-kubuan: siapa yang memihak Palmer, siapa yang memihak Alonso? Apakah tindakan itu adil atau tidak? Itu adalah salah satu rapat panjang di mana semua orang merasa perlu ikut angkat bicara soal apakah tindakan mendorong pembalap lain keluar lintasan itu bisa dianggap adil.

"Setelah kejadian itu, ada balapan berikutnya dan saya sempat berpikir, 'Saya akan memotong *chicane* saja. Kita lihat apakah cara itu berhasil,' tapi akhirnya saya tidak jadi melakukannya. Saya tidak ingin mencari masalah dengannya setelah kejadian sebelumnya itu."