Verstappen Berharap Kalender F1 Memiliki Lebih Sedikit Balapan
Max Verstappen telah menanggapi kekhawatiran mengenai panjangnya kalender F1.

Max Verstappen berharap jumlah balapan dalam kalender Formula 1 dikurangi saat ia menghadapi rangkaian akhir musim 2026 yang sangat melelahkan.
Grand Prix Sao Paulo akhir pekan ini merupakan balapan ketiga dari triple-header setelah Grand Prix Amerika Serikat dan Grand Prix Mexico City yang berlangsung akhir pekan lalu, dan setelah ini akan ada triple-header lainnya dengan jeda satu Minggu di antara rangkaian tersebut.
Musim 2026 dijadwalkan memiliki 24 balapan, tapi pembatalapn Grand Prix Arab Saudi bulan April karena konflik Amerika-Israel dengan Iran membuat kalender berkurang menjadi 23, panasnya situasi Timur Tengah juga membuat balapan Qatar dan Abu Dhabi juga berada dalam ketidakpastian.
“Jumlahnya banyak sekali. Seingat saya, saat saya baru memulai di Formula 1, jumlahnya mungkin sekitar 17 atau 18,” ujar juara dunia empat kali Verstappen, yang telah menjadi seorang ayah tahun lalu.

“Saya tentu berharap jumlahnya kurang dari 24, tetapi di saat yang sama, saya tentu memahami alasan di balik diadakannya 24 balapan tersebut.
“Sayangnya, kontrak saya tidak memuat ketentuan mengenai pembayaran yang disesuaikan dengan jumlah balapan - entah itu 17, 18, atau 24 - jadi mungkin itu adalah sesuatu yang perlu diperhatikan.
"Masalahnya, saat berusia 18 tahun, saya berpikir, 'ya sudah, saya akan ikut balapan setiap akhir pekan.' Sekarang, saya memang masih sering ikut balapan, tetapi tentu saja, jika Anda juga memiliki keluarga di rumah, tantangannya adalah rasa rindu kepada keluarga saat Anda harus pergi.
"Saya tahu terkadang keluarga bisa diajak serta, tetapi di saat yang sama, Anda sedang bekerja - ini adalah pekerjaan Anda. Jadi, tidak selalu mudah untuk bisa menghabiskan banyak waktu bersama. 24 balapan itu jumlah yang banyak, tetapi memang begitulah kenyataannya."

Menjelang balapan akhir pekan lalu di Meksiko, Verstappen menyebut padatnya jadwal kalender balap sebagai penyebab sejumlah pembalap jatuh sakit.
Fernando Alonso - yang rekan setimnya di Aston Martin, Lance Stroll, absen pada sesi media hari Kamis karena kurang sehat - mengakui bahwa 24 balapan sudah “hampir terlalu banyak”.
“Sama saja. Tidak banyak yang perlu ditambahkan. Menurut saya jumlahnya terlalu banyak, sudah di ambang batas berlebihan, dan mungkin kalender balapnya memang kurang efisien,” ujarnya.
“Berada di Brasil saat ini, lalu kembali ke Eropa, dan dalam 10 hari harus pergi ke Vegas - ini merupakan hal yang cukup besar untuk periode musim seperti sekarang. Namun, memang beginilah keadaannya; sepertinya belum ada solusi yang tersedia.”
Meski mengakui ini jauh lebih sibuk dibandingkan masa-masa balap juniornya, pembalap debutan F1 Arvid Lindblad mengatakan bahwa ia tidak masalah dengan jumlah balapan yang ada.
“Jumlahnya cukup banyak. Ini sedikit lebih banyak daripada yang biasa saya jalani. Tahun lalu di F2 ada 14 balapan, jadi tahun ini jumlahnya sedikit lebih banyak,” ujar pembalap tim Racing Bulls tersebut.
“Tentu saja, dengan ditambahnya GP Bahrain dan Malaysia, totalnya menjadi 9 balapan dalam 11 minggu - jumlah yang cukup banyak. Namun di sisi lain, saya sangat suka mengemudi dan berada di dalam mobil, jadi tidak masalah.”
















