Comeback Tidak Membuat Cal Crutchlow Merindukan MotoGP
Cal Crutchlow tidak "merindukan" MotoGP meskipun kembali untuk beberapa balapan sebagai pengganti Johann Zarco.

Kembalinya Cal Crutchlow ke MotoGP sebagai pembalap pengganti di LCR Honda tidak mengubah bagaimana ia melihat ajang yang sudah dia tinggalkan sejak 2020.
Crutchlow berhenti dari komitmen balap full-time pada tahun setelah menjalani musim keenamnya bersama LCR Honda, tim yang memberinya tiga kemenangan balapan MotoGP.
Sejak saat itu, pembalap Inggris itu masih tampil dalam beberapa balapan untuk Yamaha, tim yang memperkerjakannya sebagai pembalap tes sampai akhir 2024, baik sebagai pengganti ataupun wildcard.

Setelah dua tahun tidak balapan, Crutchlow kembali di 2026 untuk menggantikan Johann Zarco yang mengalami cedera parah di Catalunya, dan kedua pembalap HRC tidak tersedia untuk tugas ini.
Namun, membalap bukanlah hal yang dirindukan oleh Crutchlow, dan hal ini tidak berubah meski ia tampil enam balapan sebagai pengganti Zarco.
"Tidak," ujar Cal Crutchlow dalam konferensi pers menjelang Grand Prix Inggris, saat ditanya oleh Visordown - situs yang bernaung di bawah grup yang sama dengan Crash.net - apakah perannya sebagai pembalap pengganti di tim LCR membuatnya menyesali keputusan pensiun.
"Bukan hal yang mudah untuk meninggalkan dunia ini selama dua tahun lalu kembali lagi - apalagi tanpa mengendarai motor sama sekali selama kurun waktu tersebut, sebelum akhirnya saya melahap 30 putaran di Misano tepat sebelum balapan di Mugello.
"Ini bukan sekadar permainan untuk coba-coba.
“Saya mencintai olahraga ini. Saya kembali bukan karena alasan lain selain karena mereka meminta saya untuk kembali; Honda dan LCR meminta saya untuk kembali. Saya tidak akan melakukannya demi pihak lain mana pun.
“Jadi, bukan berarti saya merindukan olahraga ini secara umum, tetapi saya merindukan sisi kompetitifnya - atau bisa dibilang, saya merindukan balapan.
“Tapi saya juga tidak keberatan hanya duduk di rumah dan menontonnya di TV, jadi saya tidak memandang situasi ini dengan keinginan untuk kembali balapan - karena saya memang tidak ingin, itu sudah pasti 100 persen. Usia saya 40 tahun, sebentar lagi 41 tahun - saya tidak bodoh.
“Tapi rasanya menyenangkan bisa kembali dan tahu bahwa saya hanya akan mengikuti sejumlah balapan tertentu, lalu kembali pulang.”

Kembali sebagai pembalap pengganti untuk sejumlah balapan bisa jadi berarti tekanan yang lebih ringan bagi Crutchlow, namun ia mengatakan bahwa tekanan itu justru datang dari dirinya sendiri.
"Sebenarnya, bagi saya, tekanan itu datang dari diri sendiri," ujarnya. "Awalnya saya berpikir, 'Saya hanya akan membalap santai, melambaikan tangan ke penonton, dan menjalaninya apa adanya', tapi tiba-tiba Anda mulai merasa kesal dan ingin tampil kompetitif.
"Itu hal yang bagus karena berarti Anda melakukannya dengan alasan yang tepat."
















