Alex Marquez Tidak Mengenali Motor Ducatinya di Red Bull Ring
Ducati mengalami kekalahan pertamanya di Red Bull Ring sejak 2021.

Motor MotoGP Ducati tidak seperti yang kita kenal pada gelaran MotoGP Austria, ujar Alex Marquez yang terjatuh dan gagal finis di Sirkuit Red Bull Ring.
Austria adalah tempat berburu favorit Ducati di MotoGP. Sejak pertama kali masuk kalender pada tahun 2016, pabrikan Borgo Panigale itu hanya kalah dua kali sebelum tahun ini, dan tiba di ajang 2026 berbekal empat kemenangan beruntun antara 2022-2025.
Tapi, Ducati dikalahkan di Sprint Race oleh Jorge Martin (Aprilia) dan pada balapan utama oleh tiga pembalap Aprilia - Martin, Marco Bezzecchi dan Ai Ogura - serta pemenang Grand Prix untuk pertama kalinya, Pedro Acosta dari KTM.
Ini juga kali pertama Desmosedici GP tidak berada di podium sirkuit Red Bull Ring sejak 2016, sesuatu yang mengejutkan Alex Marquez. Namun, pembalap Gresini itu merasa hasil balapan mencerminkan situasi yang terjadi sepanjang akhir pekan itu.

"Maksud saya, cukup terkejut harus mengalami kesulitan seperti ini di sini," ujar Marquez usai balapan di Red Bull Ring. "Tapi sejak FP1, kami sudah melihat apa yang terjadi. Sesuatu yang benar-benar aneh.
"Motornya tidak seperti yang biasa kami kenal. Karakteristiknya banyak berubah akibat konstruksi ban—hal ini juga pernah kami alami di Thailand.
"Kami tidak bisa memanfaatkan daya cengkeram ban belakang ini, dan kami sangat dirugikan di aspek tersebut—terutama dalam hal traksi."
Konstruksi ban belakang yang serupa akan digunakan pada Grand Prix Indonesia bulan Oktober mendatang, yang menurut Marquez dari Gresini Racing dapat menghadirkan tantangan serupa bagi Ducati.
"Kondisinya mirip," ujarnya, "Dan di sana tingkat grip yang dihasilkan oleh layout sirkuit juga lebih tinggi dibandingkan di sini. Jadi, situasinya akan seperti ini.
"Tahun lalu, Fermin [Aldeguer] menang dan saya naik podium, jadi saya berharap bisa tampil bagus di sana dan tidak terlalu kesulitan.
"Namun, tahun lalu motor Aprilia - dan terutama Bezzecchi - sudah melaju sangat kencang di sana. Jadi, persaingan akan berat, tetapi kami akan berusaha sebaik mungkin, dan pastinya Ducati akan bekerja keras."

“Terlalu banyak kesalahan”
Balapan Grand Prix Austria bagi Marquez berakhir lebih awal setelah ia terjatuh di tikungan 2a saat disalip oleh Raul Fernandez.
Ia melakukan start dengan baik, namun kehilangan posisi di tikungan-tikungan awal. Marquez kemudian mendapati beberapa lampu peringatan suhu menyala di dasbornya, tetapi insiden itu sepenuhnya merupakan kesalahannya sendiri - begitu juga beberapa kesalahan lain yang membuatnya meminta maaf kepada tim Gresini.
"Saya kehilangan banyak posisi di lap pertama," ujar Marquez saat mengulas balapannya. "Start-nya tidak buruk, tetapi setelah itu saya kurang agresif saat memasuki tikungan pertama.
“Kemudian, saya sempat berada di tengah rombongan dan terlibat pertarungan, lalu kehilangan banyak posisi. Seingat saya, saya melintasi garis finis di posisi ke-14.
“Ada peringatan soal rem dan mesin yang terlalu panas, serta masalah lainnya, tapi saya berpikir, ‘Oke, saya coba saja; saya kan ada di posisi ke-14 atau ke-13, jadi risikonya tidak terlalu besar kalaupun saya sampai jatuh’.
“Jadi, saat itulah saya mulai memacu motor, lalu terlibat duel dengan Raul [Fernandez]. Posisi kami sejajar, saya berada sedikit di area lintasan yang kotor, lalu saya kehilangan kendali roda depan. Tapi ya, tidak banyak yang bisa dikatakan lagi soal itu.

“Saya hanya ingin meminta maaf kepada tim karena saya melakukan terlalu banyak kesalahan sepanjang akhir pekan ini, dan saya tidak mampu mengatasi masalah yang kami hadapi pada motor Ducati tersebut.
“Jadi, saya tidak membantu mengatasi masalah itu, ataupun membantu mengurangi kendala yang ada.”
Mengenai peringatan suhu, Marquez menambahkan: “Pengereman dan upaya menghentikan laju motor menjadi lebih sulit, sehingga Anda harus lebih sering menggunakan rem; dampaknya, segalanya menjadi seperti rentetan masalah yang tak kunjung usai.”
















