Honda Mengungkap Penyebab Masalah Reabilitas Aston Martin di Meksiko
Honda telah menjelaskan masalah ketahanan yang menimpa Aston Martin sepanjang akhir pekan Grand Prix Meksiko.

Musim Formula 1 2026 yang sulit bagi Aston Martin berlanjut di Grand Prix Meksiko, dengan Honda mengakui bahwa mereka meremehkan kebutuhan pendinginan untuk Power Unit mereka.
Tim Inggris tersebut kembali mengalami akhir pekan yang mengecewakan di Mexico City, karena masalah reabilitas yang terus berulang menghalangi mereka mengerahkan potensi yang dimiliki.
Manajer umum di trek dan kepala insinyur Honda, Shintaro Orihara, menjelaskan bahwa kondisi dataran tinggi di Autódromo Hermanos Rodríguez memberikan beban yang lebih besar pada sistem pemulihan energi (ERS) dibandingkan dengan perkiraan awal.
"Kami tahu bahwa dengan kondisi dataran tinggi yang khas di Mexico City, kami akan menghadapi tantangan tambahan terkait pendinginan dibandingkan dengan sirkuit balap lainnya," ujar Orihara setelah balapan.

Masalah terkait pendinginan hanya terjadi pada satu sesi saja; Aston Martin terus menghadapi masalah sepanjang akhir pekan saat berupaya menangani beban yang diberikan pada unit dayanya.
"Namun, kami mendapati bahwa sirkuit pendinginan ERS kami mengalami tekanan yang lebih berat dari perkiraan, dan inilah alasan mengapa kami harus menghentikan mobil pada beberapa sesi yang berbeda.
"Meskipun sempat menyelesaikan sejumlah putaran selama sesi latihan, masalah tersebut muncul kembali hari ini serta saat sesi kualifikasi kemarin."

Fernando Alonso juga mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap situasi tersebut, dengan menyatakan bahwa potensi mobil terhambat oleh keterbatasan mesin.
"Mobilnya sangat bagus," ujar Alonso. "Masalahnya hanyalah, tampaknya kami tidak bisa menempuh lebih dari jumlah putaran tertentu dengan mesin tersebut. Semoga kami bisa memetik pelajaran, dan tahun depan kami akan datang dengan persiapan yang lebih matang."
Terlepas dari berbagai kesulitan yang ada, Honda yakin bahwa informasi yang dikumpulkan selama akhir pekan ini akan sangat berharga saat Formula 1 kembali ke Mexico City pada tahun 2027.
"Di setiap balapan tahun ini, kami perlu belajar untuk tahun 2027, termasuk melalui pengalaman-pengalaman yang sulit," tambah Orihara.
"Kami memiliki banyak data yang bisa kami manfaatkan saat kembali ke sirkuit ini tahun depan, termasuk mengenai turbo lag, dan kami akan berupaya mencari solusinya."














