Putaran Aragon akan Membentuk Peta Pertarungan Gelar MotoGP 2026
Bos Aprilia Racing Massimo Rivola mengatakan putaran Aragon akan menunjukkan siapa penantang gelar MotoGP 2026 sebenarnya.

Dengan 56 poin memisahkan enam pembalap teratas dan 10 putaran tersisa, perebutan gelar juara MotoGP terakhir di era 1000cc masih sangat terbuka lebar.
Namun, Massimo Rivola dari Aprilia Racing meyakini putaran berikutnya di Aragon dapat menentukan siapa saja kandidat juara "sesungguhnya".
Tiga pembalap Aprilia, Jorge Martin, Marco Bezzecchi dan Ai Ogura dari Trackhouse menempati tiga besar klasemen, diikuti dua pembalap Ducati, Marc Marquez and Fabio di Giannantonio.
Rekan satu tim Ogura dan pemenang Silverstone, Raul Fernandez, melengkapi lima besar.
Jika pola ini terus berlanjut, momentum akan terus berayun antara Aprilia dan Ducati tergantung bagaimana motor mereka cocok denan masing-masing trek.
Kemudian, ada juga faktor Marc Marquez. Pembalap Spanyol itu dominan di Balaton Park dan Sachsenring, trek anti-clockwise dengan layout stop-and-go yang cocok dengan gaya balap dan kondisi bahu kanannya saat ini.

Aragon akan menyaring penantang gelar
Putaran berikutnya di Aragon akan berlangsung di 'sirkuit Marquez' lainnya. Ia telah tujuh kali memenangi balapan Grand Prix di sana, dan tak terkalahkan pada empat balapan terakhirnya di sana bersama Ducati - baik Sprint Race ataupun balapan penuh - bersama Gresini tahun 2024 maupun tim pabrikan Lenovo tahun lalu.
"Kami tahu bahwa Aragon adalah sirkuit yang cocok bagi Marc," aku Rivola. "Masih ada 370 poin yang bisa diperebutkan, namun Aragon dapat memberi kita gambaran mengenai siapa saja yang akan menjadi penantang gelar sesungguhnya di masa mendatang."

Aprilia kesulitan selama paruh kedua musim 2023 dan 2024, terutama di babak non-Eropa.
Tren itu kemudian dipatahkan secara spektakuler dengan kemenangan Bezzecchi dan Fernandez pada akhir tahun lalu, meski saat itu Marquez absen karena cedera.
"Secara statistik, kita bisa katakan bahwa di masa lalu performa kita buruk pada paruh kedua musim, namun tahun lalu kita cukup kuat," ujar Rivola.
"Saya berharap statistik tahun lalu menjadi acuan yang lebih baik [untuk masa depan] dibandingkan catatan sebelumnya. Kita lihat saja nanti.
"Menurut saya, sebenarnya tidak ada perubahan yang benar-benar signifikan antara paruh pertama dan paruh kedua musim.
“Menurut saya, yang paling penting adalah kondisi fisik para pembalap; akhirnya Jorge sudah dalam kondisi bugar, dan Marco kini memiliki waktu tambahan satu minggu untuk pemulihan sebelum balapan di Aragon.”















