FIA Jelaskan Masalah Teknis Aneh yang Menunda Start GP Bahrain
FIA telah menjelaskan hilangnya tenaga secara tiba-tiba yang dialami para pembalap saat putaran formasi di Malaysia.

Setelah penundaan panjang akibat hujan deras sebelum dimulainya Grand Prix Bahrain di Malaysia, terjadi penundaan lebih lanjut karena masalah yang muncul saat formation lap.
Saat menuju grid di belakang Safety Car, beberapa pembalap mengalami kehilangan tenaga. Hal ini terutama dialami oleh kedua pembalap di baris terdepan, Max Verstappen dan Lewis Hamilton.
Pembalap asal Belanda itu dapat segera melanjutkan lajunya, namun masalah yang dialami Hamilton membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk diatasi, sehingga ia sempat menepi ke sisi lintasan dan posisinya merosot.
Setelah masalah-masalah inilah FIA membatalkan start balapan dan menunda lebih lanjut prosedur start.
Menyusul berakhirnya Grand Prix Bahrain di Malaysia, telah dikonfirmasi bahwa sejumlah mobil mengalami kehilangan tenaga akibat beberapa faktor.
Penyebab di balik hilangnya tenaga secara tiba-tiba tersebut dikaitkan dengan kecepatan mesin yang rendah, rendahnya grip, pengaturan manajemen energi untuk kondisi lintasan basah, serta konfigurasi sektor di Sirkuit Internasional Sepang.
Di sela-sela penundaan prosedur start itulah FIA mengirimkan pembaruan perangkat lunak kepada setiap tim, yang menghapus batasan energi di sektor-sektor yang terdampak.
Investigasi lebih lanjut akan dilakukan oleh FIA bersama para produsen unit daya untuk mencari tahu penyebab munculnya masalah tersebut.

Pernyataan dari FIA mengenai hilangnya tenaga yang terjadi pada putaran formasi berbunyi:
"Pada putaran formasi menjelang Grand Prix Bahrain di Malaysia, kombinasi yang belum pernah terjadi sebelumnya antara kecepatan mesin yang rendah, kondisi grip yang minim, pengaturan manajemen energi untuk kondisi lintasan basah, serta konfigurasi sektor Sirkuit Sepang menyebabkan hilangnya tenaga secara tidak terduga pada sejumlah mobil.
"Akibatnya, Departemen Teknis FIA menghapus batasan energi di sektor-sektor yang terdampak melalui pembaruan perangkat lunak yang didistribusikan kepada seluruh peserta saat balapan ditunda akibat hujan deras, sehingga memungkinkan tim-tim melakukan perubahan yang diperlukan pada Unit Daya sebelum balapan dimulai.
"Masalah ini tidak terdeteksi oleh FIA maupun tim-tim peserta selama sesi pengujian ataupun saat putaran menuju posisi start (grid). FIA, bersama dengan tim-tim dan pabrikan unit daya, akan melakukan tinjauan menyeluruh terhadap masalah tersebut."
Nikolas Tombazis, pejabat FIA yang membidangi kategori single-seater, mengakui bahwa F1 dikejutkan oleh adanya bug tersebut karena ini merupakan kali pertama sesi kompetitif berlangsung dalam kondisi lintasan basah pada tahun ini.
"Kami tidak sempat menguji perangkat lunak tersebut secara menyeluruh sebagaimana yang kami inginkan, karena sangat minimnya sesi berkendara di lintasan basah tahun ini, dan ada kombinasi situasi tertentu yang memicu munculnya bug ini," ujar Tombazis.
"Pada dasarnya, saat formation laps, beberapa mobil melaju sangat lambat, bahkan hampir berhenti total. Terjadi semacam efek concertina (laju yang tersendat-sendat) di antara mobil-mobil tersebut, dan beberapa mobil hampir berhenti sepenuhnya.
"Bug itu kemudian mencegah penyaluran kembali tenaga mesin sehingga mobil tidak bisa melaju lagi. Saya rasa jika kami memiliki waktu pengujian lebih banyak, kami mungkin bisa mendeteksinya lebih awal dan mencegah situasi seperti itu terjadi."
Dia menambahkan: “Begitu masalah itu muncul, tim kami dengan cepat menyadari apa yang sedang terjadi dan harus bekerja di bawah tekanan waktu yang ketat untuk menyiapkan pembaruan perangkat lunak; pembaruan itu kemudian diberikan kepada tim-tim peserta untuk dipasang pada mobil mereka.
“Seluruh proses itu memakan waktu sekitar 20 menit. Bagi penonton yang sedang menunggu balapan maupun pihak-pihak lain, waktu tersebut mungkin terasa seperti lima jam - hal yang bisa dimaklumi, dan kami memohon maaf atas ketidaknyamanan itu.
"Namun, menurut saya, respons yang diberikan tergolong cukup cepat mengingat jenis masalah yang dihadapi.”
















