Kenapa Jorge Martin Tidak Melanggar Aturan Jump Start di GP Indonesia?
Sebuah video start Jorge Martin di MotoGP Indonesia telah memicu kontroversi di media sosial.

Pembalap MotoGP dari tim Aprilia, Jorge Martin, menjadi sorotan dan memicu perdebatan di media sosial terkait dugaan jump start pada Grand Prix Indonesia, meski tindakannya tidak melanggar aturan apapun.
Dalam Grand Prix Indonesia hari Minggu, pembalap Aprilia tersebut finis di posisi ketiga, di belakang Raul Fernandez (Trackhouse) dan rekan setimnya di tim pabrikan Aprilia, Marco Bezzecchi.
Hasil tersebut membawa Jorge Martin kembali memimpin klasemen kejuaraan dengan keunggulan dua poin atas pembalap Ducati, Marc Marquez, yang finis di posisi keenam pada balapan di Mandalika.
Rekaman Espargaro memicu perdebatan
Martin kini menjadi pusat pembicaraan atas klip video yang diposting Laura Espargaro, pasangan pembalap tes Honda, Aleix Espargaro, di Instagram.
Klip (di atas) menunjukkan Martin bergerak di gridnya tepat sebelum lampu padam pada awal balapan 27 lap.
Dia kini dituduh melakukan jump start, sementara beberapa pengguna media sosial mengklaim bahwa pengendara lain akan dihukum karena tindakan yang sama.
Seperti apa aturannya?
Hal pertama yang penting untuk dipertimbangkan dalam kasus ini adalah rangkaian kamera dan sensor yang tersedia bagi para steward FIM MotoGP untuk memantau jump start.

Kamera dan sensor tersebut sangatlah sensitif, Cal Crutchlow pernah meluapkan kemarahannya kepada mantan kepala steward FIM, Freddie Spencer, setelah ia dijatuhi penalti akibat sedikit bergerak saat start Grand Prix Argentina 2019.
Aturan mengenai hal ini menyatakan bahwa pembalap akan dikenai penalti jika mereka ‘mengantisipasi’ start, dan bahwa “sepeda motor harus dalam keadaan diam saat lampu merah padam”.
Bunyi lengkap aturan tersebut adalah: “Setiap pembalap yang melakukan jump start akan dikenai penalti oleh Steward FIM MotoGP.
“Penalti standarnya adalah dua Long Lap Penalty, sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 1.19.2.
“Kedua lap tersebut harus diselesaikan dalam waktu 5 lap setelah pembalap menerima pemberitahuan penalti. Penalti lain juga dapat dijatuhkan.
“Sepeda motor harus dalam keadaan diam saat lampu merah dipadamkan.
“Antisipasi start didefinisikan sebagai pergerakan sepeda motor ke arah depan pada saat lampu merah dipadamkan.
“Jika terjadi pergerakan kecil yang diikuti dengan berhenti kembali saat lampu merah masih menyala, petugas yang berwenang akan menjadi penentu tunggal mengenai apakah keuntungan telah diperoleh.”
“Jika penalti dijatuhkan karena mengambil keuntungan dengan mengantisipasi start, pihak Race Direction harus menyampaikan penalti tersebut kepada pembalap sesegera mungkin."
Sebagaimana diperlihatkan dalam cuplikan di atas, Martin memang bergerak dari posisi start-nya. Hal yang tidak diperlihatkan dalam cuplikan tersebut adalah bahwa lampu merah saat itu jelas masih menyala, mengingat tidak ada pembalap lain yang bergerak meninggalkan posisi start mereka.
Pelanggaran jump start juga akan dianggap terjadi jika ban depan keluar dari area kotak start yang telah ditandai.

Jelas terlihat bahwa Martin dalam posisi diam saat lampu padam dan semua pembalap mulai melaju bersamanya, sementara bannya berada di atas garis marka (cat) lintasan.
Sebelumnya pada tahun ini di Misano, pembalap Moto2 Collin Veijer sempat bergerak lalu berhenti sebelum lampu padam. Namun, karena ia tidak sedang bergerak saat lampu padam, ia tidak dianggap melakukan *jump start*.














