Martin Tebar Ancaman untuk Rivalnya di Sisa Musim MotoGP 2026

Jorge Martin kembali mengklaim puncak klasemen MotoGP di Indonesia, yang memberinya kepercayaan diri untuk sisa musim 2026.

Jorge Martin: “Great day” to retake title lead, “won’t struggle anymore”
Jorge Martin: “Great day” to retake title lead, “won’t struggle anymore”
© Gold and Goose

Jorge Martin menganggap Grand Prix Indonesia sebagai "hari yang baik" saat ia merebut kembali puncak klasemen meski finis sebagai Aprilia terbaik ketiga.

Pembalap Spanyol itu mengaku bahwa ia tertinggal satu langkah di belakang rekan setimnya di tim pabrikan, marco Bezzecchi serta Raul Fernandez dari Trackhouse sepanjang akhir pekan di Mandalika. 

Saat kedua pembalap tersebut tersingkir di Tikungan 1 pada Sprint Race, Martin berpeluang besar untuk menang, tapi ia kehilangan posisi tersebut akibat tekanan ban rendah.

Kesalahan berikutnya membuat posisi Martin melorot ke urutan keempat, sementara Marc Marquez meraih kemenangan dan mengantongi keunggulan empat poin dalam perebutan gelar juara menjelang balapan grand prix tersebut.

Jorge Martin, 2026 Indonesian MotoGP.
Jorge Martin, 2026 Indonesian MotoGP.
© Gold and Goose

Namun, Martin melawan balik pada hari Minggu. Ia melaju dari posisi keenam pada lap pembuka untuk nai ke P3 - mengungguli Marquez - pada Lap 3, yang dipertahankannya sampai finis.

Bezzecchi dan Fernandez berada di kelasnya sendiri dengan finis pertama dan kedua, dengan Martin melengkapi podium, dan Ai Ogura melengkapi finis 1-2-3-4 untuk Aprilia di pulau Lombok.

"Sejujurnya, target saya hari ini adalah finis di posisi ketiga," ujar Martin. "Sepanjang akhir pekan, Raul dan Marco selangkah lebih unggul dari saya.

"Saya berusaha memperbaiki gaya balap dan kecepatan saya, dan hari ini saya telah mengerahkan kemampuan maksimal. Saya senang dengan hasil itu.

"Kemarin, tentu saja, saya melewatkan kesempatan besar untuk memenangkan Sprint. Namun, inilah balapan; terkadang Anda menang, terkadang Anda belajar."

Indonesian MotoGP Race Lap Times: Top 6 riders.
Indonesian MotoGP Race Lap Times: Top 6 riders.
© Peter McLaren

Masalah pada hari Sabtu itu juga berarti tekanan ban Martin diatur terlalu 'aman' - atau terlalu tinggi - untuk balapan Grand Prix tersebut.

"Menurut saya, hari ini kami bermain terlalu aman; tekanan ban saya terlalu tinggi dan saya sangat kesulitan saat melibas tikungan," ujarnya.

Meski demikian: "Hari ini adalah hari yang luar biasa. Kami berhasil merebut kembali posisi puncak klasemen; masih ada lima balapan tersisa, namun saya merasa semakin cepat dan siap untuk bersaing."

"Saya merasa tidak akan kesulitan lagi"

Meskipun belum lagi memenangkan Grand Prix sejak Le Mans bulan Mei, Martin kini telah naik podium Minggu untuk tiga balapan beruntun dengan finis kedua di Austria dan Jepang, serta ketiga di Mandalika.

"Saya senang bisa meraih podium ketiga berturut-turut bersama Aprilia. Rasanya luar biasa. Saya yakin akan tampil cepat di semua balapan mendatang."

MotoGP title chase after Mandalika GP: Points per race (top 8 riders).
MotoGP title chase after Mandalika GP: Points per race (top 8 riders).
© Peter McLaren

“Tentu saja, ada balapan-balapan di mana saya mengira akan kesulitan, dan memang saya sempat kesulitan.

“Sekarang saya merasa tidak akan kesulitan lagi; saya akan sangat kompetitif dan benar-benar fokus pada apa yang akan datang.”

Setelah Mandalika, pertarungan gelar akan menyisakan lima seri melawan sang juara bertahan, Marquez, yang meninggalkan Indonesia dengan selisih hanya dua poin di belakang Martin.